Ini Kronologis Penemuan Mayat dalam Karung

Oleh shintalestari41 pada 23 Mei 2017, 14:23 WIB
Diperbarui 23 Mei 2017, 14:23 WIB

Patroli, Palembang - Aparat kepolisian dan warga Kemang Agung, Kertapati, Palembang ini mengepung bekas gedung sekolah yang telah kosong. Di gedung tersebut seorang pria yang diduga melakukan pembunuhan kerap berkumpul bersama teman-temannya. Namun, setelah diperiksa gedung sekolah terbengkalai tersebut kosong. Pencarian pria yang kerap dipanggil Ican dilakukan warga dan polisi karena di rumahnya ditemukan jenazah perempuan berusia delapan tahun.

Sebelumnya, korban dinyatakan hilang oleh keluarga. Penemuan jenazah berawal dari warga yang masuk ke kamar pelaku. Di kamar tersebut, tepatnya di bawah ranjang, di temukan karung berisi jenazah korban. Oleh polisi jenazah korban berinisial A, dilarikan ke kamar jenazah Rumah Sakit Bhayangkara Palembang untuk divisum. Hasilnya, tim forensik menemukan luka bekas penganiayaan di wajah dan perut korban. Bahkan, diduga korban mengalami tindak kekerasan seksual. Namun untuk memastikannya, tim forensik tengah menunggu hasil laboratorium. Usai divisum jenazah A diserahkan pihak rumah sakit ke keluarga untuk disemayamkan di rumah duka.

Sementara itu warga sekitar permukiman korban masih emosi dengan ulah pelaku. Warga melakukan penjagaan di kawasan perumahan dengan membawa senjata tajam tongkat dan besi. Mereka bertekad untuk menangkap pelaku yang telah melarikan diri sejak jenazah korban ditemukan. Penjagaan semakin ketat setelah warga mendapat kabar pelaku sempat datang ke rumahnya.

Setelah ibunda korban yang bekerja di Batam, Kepulauan Riau, tiba di rumah duka. Jenazah korban dibawa ke tempat peristirahatannya yang terakhir untuk dimakamkan di TPU Kemang Agung, Palembang. Kematian korban dengan cara yang sadis mendorong KPAI Kota Palembang menuntut polisi untuk segera menangkap pelaku. Hukuman maksimal harus dijatuhkan karena pelaku pernah dipenjara untuk kasus serupa. Setelah menangkap Ican, polisi kini memburu saudaranya yang diduga terlibat untuk mengungkap motif kasus ini. Dia kabur setelah sempat dimintai keterangan aparat kepolisian.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya