Polisi Amankan Wanita Mengaku Bawa Bom di Bandara Bali

Oleh Dewi Divianta pada 08 Apr 2017, 23:07 WIB
Diperbarui 08 Apr 2017, 23:07 WIB
Bom Teroris
Perbesar
Ilustrasi Foto Teroris (iStockphoto)

Liputan6.com, Denpasar - Untuk kesekian kalinya penumpang pesawat di Bandara Internasional Ngurah Rai, Denpasar, Bali, membuat geger lantaran mengatakan membawa bom pada barang bawaannya.

Seorang perempuan bernama Titis Afril Batari Arsy Hata mengaku membawa bom saat dilakukan pemeriksaan terhadap tas bawaannya oleh sekuriti bandara.

Saat ditanya isi tasnya, perempuan kelahiran Kotawaringin Timur, 27 April 1989 itu mengaku membawa bom.

"Saat melewati pos pemeriksaan dan ditanya sekuriti mengenai barang bawaannya, dia bilang bawa bom. Dia langsung diamankan untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Peristiwanya terjadi pukul 13.15 Wita," kata Kabid Humas Polda Bali, AKBP Hengky Widjaja di Denpasar, Sabtu (7/4/2017)

Kepada petugas bandara, Titis yang di Jalan Tukad Musi VII, Denpasar itu hanya bergurau soal bom.

"Dia bilang cuma bercanda saja. Bergurau bilang bawa bom," tutur Hengky.

Menurut Hengky, lantaran dari hasil interogasi hanya bercanda, maka ia pun dilepaskan.

"Sudah dilepaskan setelah menandatangi surat pernyataan untuk tidak mengulangi lagi perbuatannya. Atas kebijakan sekuriti bandara kasus ini tidak dilaporkan ke Polsek KP3 Bandara Ngurah Rai," ucap dia.

‎Meski dilepaskan, namun Titis tak diperkenankan melanjutkan penerbangan. Sedianya ia hendak bertolak menuju Malang, Jawa Timur menggunakan maskapai penerbangan Wings Air dengan nomor penerbangan IW-1840 tujuan Malang.‎