Aksi Tolak Pabrik Semen Rembang Sambut Ibu Negara di Pekanbaru

Oleh M Syukur pada 30 Mar 2017, 06:49 WIB
Diperbarui 30 Mar 2017, 06:49 WIB
demo pekanbaru
Perbesar
Aksi penolakan pembangunan pabrik semen Rembang di Pekanbaru, Riau, Rabu (29/3/2017). (Liputan6.com/M Syukur)

Liputan6.com, Pekanbaru - Kedatangan Ibu Negara Iriana Joko Widodo ke Pekanbaru, Riau tak hanya disambut ribuan peserta pelatihan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan anak-anak. Kedatangan Ibu Negara ini juga disambut lima aktivis lingkungan di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru.

Lima aktivis ini menyuarakan penolakan pembangunan serta aktivitas pabrik semen di Kendeng, Rembang, Jawa Tengah. Mereka beraksi di saat iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan Ibu Negara melewati Jalan Jenderal Sudirman.

Aksi ini juga merupakan bentuk solidaritas terhadap petani Supatmi (48) yang meninggal dunia setelah melakukan semen kaki di depan Istana Merdeka beberapa waktu lalu.

Lima aktivis lingkungan hidup yang ikut dalam aksi ini adalah perwakilan dari Wahana Lingkungan Hidup Riau, LBH Pekanbaru, Elang, Kaliptra dan Wanapalhi.

Di dekat tugu countdown PON Riau, kelima aktivis ini juga mengecor kaki pakai semen, sama dengan yang dilakukan Patmi untuk menolak aktivitas pabrik semen di Jawa Tengah.

"Aksi ini sebagai bentuk solidaritas penolakan pendirian pabrik semen oleh PT Semen Indonesia (Persero) di Pegunungan Kendeng, Rembang, Jawa Tengah," kata Koordinator Solidaritas Tolak Semen Indonesia, Boy Jerry Even Sembiring, Rabu (29/3/2017).

Pada orasinya, pria yang biasa disapa Even itu meminta Presiden Joko Widodo membatalkan operasi pabrik semen Rembang yang dijadwalkan berpoduksi pada April 2017 mendatang.

"Aksi kami ini sebagai bentuk solidaritas bagi masyarakat Rembang yang terdiri dari para petani yang sejak beberapa hari lalu menggelar aksi menyemen kaki mereka di depan Kompleks Istana Kepresidenan," kata Even.

Deputi Direktur Walhi Riau ini juga meminta Mahkamah Agung mencabut izin lingkungan untuk pendirian pabrik semen Indonesia yang telah dikeluarkan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Aksi ini berjalan damai, di mana ratusan polisi dikerahkan mengawal jalannya aksi.