Belasan Rumah di Bogor Rusak Akibat Tanah Bergerak dan Longsor

Oleh Achmad Sudarno pada 22 Feb 2017, 16:21 WIB
Diperbarui 22 Feb 2017, 16:21 WIB
Longsor di Bogor
Perbesar
Tebing Longsor, Puluhan Rumah di Bogor Terancam Hanyut. (Liputan6.com/ Achmand Sudarno)

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan kepala keluarga (KK) di Kampung Cipanas, Desa Leuwibatu, Kecamatan Rumpin, Kabupaten Bogor mengungsi akibat terjadi pergerakan tanah dicampur dengan banjir lumpur. Bencana yang terjadi pada Selasa 22 Februari 2017 tersebut mengakibatkan lima rumah ambruk dan belasan lain rusak.

Asep Usman, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, menyebutkan, ada 25 KK yang mengungsi akibat bencana tanah longsor dan pergerakan tanah di Kampung Cipanas.

Untuk penanganan korban, seluruh warga yang terdampak sebagian besar diungsikan ke kantor desa, sedangkan sisanya tinggal bersama sanak saudaranya.

"Di area kantor desa kami sudah mendirikan dapur umum dan mengirim bantuan logistik dan air bersih satu truk tangki," kata Usman, Rabu (22/2/2017).

Sementara data yang dihimpun, dari 20 rumah yang terdampak, 5 unit di antaranya ambruk dan 15 unit rusak sedang.

"Bencana ini terjadi akibat hujan yang terus mengguyur wilayah Bogor dan sekitarnya sejak dua pekan terakhir," kata dia.

Hingga saat ini, tim gabungan dan warga masih belum membersihkan maupun menyelamatkan harta benda milik para korban. Ini disebabkan karena curah hujan di wilayah tersebut cukup tinggi, ditambah ketinggian tebing tanah di dusun itu sangat curam.

"Dari kemarin sore sampai siang tadi tidak jadi ke lokasi karena hujan terus dan rawan longsor susulan," ujar Usman.

Longsor di 3 Lokasi

Selain pergerakan tanah, longsor juga terjadi di tiga lokasi berbeda, yakni di Desa Tegalega, Kecamatan Cigudeg. Longsor tebing setinggi 8 meter menutup jalan warga di Desa Tegallega.

Longsor juga terjadi di Desa Nanggung, Kecamatan Nanggung, Kabupaten Bogor, Sabtu 18 Februari 2017. Sebuah tebing di gunung Padas longsor dan menutup badan jalan yang menjadi akses warga 3 kampung, yaitu Kampung Rancabakti, Nangela 1, dan Kampung Nangela 2.

Hingga saat ini dinas terkait masih membersihkan material longsor berupa tanah dan batu yang menutupi badan jalan.

Selain itu, dampak derasnya hujan yang turun terus menerus selama sepekan terakhir, menyebabkan aliran Sungai Cidurian meluap dan menghanyutkan dua rumah milik Dianawati dan Firmansyah di Kampung Banar RT 2/RW 4, Desa Nanggung.

Beruntung musibah tersebut tidak sampai menimbulkan korban jiwa karena beberapa saat sebelum meluap, pemilik rumah memilih mengungsi ke tempat aman.