Djarot: Tak Ada Cara Lain Atasi Banjir Selain Normalisasi Sungai

Oleh Ika Defianti pada 21 Feb 2017, 13:14 WIB
Diperbarui 21 Feb 2017, 13:14 WIB
Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi korban banjir Jakarta. (Liputan6.com/Ika Defianti)
Perbesar
Djarot Saiful Hidayat saat mengunjungi korban banjir Jakarta. (Liputan6.com/Ika Defianti)

Liputan6.com, Jakarta - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengunjungi lokasi banjir di Kelurahan Cipinang Muara, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Mantan Wali Kota Blitar yang mengenakan jaket anti air berwarna biru dengan atasan hijau itu langsung menyusuri lokasi dan menyapa warga.

"Pokoknya ibu-ibu jaga anak-anaknya jangan sampai sakit," ucap Djarot, Jakarta, Selasa (21/2/17).

Selain itu, dia mengatakan normalisasi akan tetap dilaksanakan. Dia menjelaskan masih banyak rumah yang dibangun di bantaran sungai. Oleh karena itu, limpahan air dari Bogor tak tertampung di sungai yang menyempit tersebut. Banjir Jakarta pun tak terhindarkan.

"Sehingga saat ada limpahan air dari Bogor atau dari Sungai Sunter seperti ini, mereka pasti akan kena. Apalagi kalau hujannya ekstrem, maka normalisasi harus dilakukan, enggak ada cara lain," ujar Djarot.

Dia menilai dampak banjir kali ini lebih ringan dibandingkan dari musibah sebelumnya.

"Pada tahun 2002 dan 2007 itu lebih parah. Kalau saat ini soalnya normalisasi sudah mau selesai, tapi Sungai Sunter termasuk Sungai Ciliwung memang belum selesai," kata Djarot.

Karena hal tersebut, dia menegaskan nantinya proyek normalisasi akan langsung tersambung di banjir kanal timur (BKT) ini akan otomatis memberikan dampak dalam mengurangi banjir Jakarta.

"Tembusan dibuang ke BKT, kalau nanti dicepetin pengerjaan normalisasi, dampaknya otomatis langsung berkurang," ucap Djarot.