Trauma Healing untuk Korban KM Zahro Expres

Oleh Liputan6 pada 03 Jan 2017, 19:36 WIB
Diperbarui 03 Jan 2017, 19:36 WIB
Kapal Zahro Expres Terbakar di Perairan Jakarta Utara
Perbesar
Kapal Zahro Express tiba di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Minggu (1/1). Kapal yang kurang lebih mengangkut 100 penumpang itu, terlihat dalam kondisi gosong. (REUTERS/Darren Whiteside)

Liputan6.com, Jakarta - Terbakarnya Kapal Motor Zahro Expres menyisakan trauma bagi korban dan keluarga. Polri akan memberikan trauma healing kepada keluarga korban kebakaran Kapal Zahro Express di Rumah Sakit Kramatjati, Jakarta Timur.

Kepala Bagian Psikologi Polda Metro Jaya, AKBP Hary Prasetya, mengatakan ada sejumlah metode yang bisa dilakukan untuk memulihkan trauma pascaperistiwa mengerikan tersebut. Salah satunya melalui teknik pernapasan.

"(Kejadian terbakarnya KM Zahro Express) Biasanya menimbulkan trauma, gejalanya hanya satu, takut saja yang dirasakan. Tekniknya bisa relaksasi, hipnoterapi, ataupun pernapasan," ujar Hary di RS Kepolisian Indonesia dr Soekanto, di bilangan Kramat Jati, Jakarta Timur, Selasa (3/1/2016).

Menurut dia, teknik pernapasan yang digunakan beragam. Salah satunya dengan menarik nafas dalam tiga hitungan, menahannya tiga hitungan, lalu mengempaskannya.

"Tarik nafas tiga, ditahan tiga kali, dihempaskan. Atau teknik satu dua. Beragam tekniknya," kata Hary seperti dilansir Antara.

Sebelumnya, keluarga pun sudah mengumpulkan data-data korban seperti rekam jejak gigi dan penyakit untuk identifikasi Post Mortem RS Polri. Namun untuk lebih mendukung proses identifikasi, maka diperlihatkan lah foto-foto barang korban sebagai data tambahan untuk mengenali korban.