Kisah Rokok Sehat Tentram yang ‘Menyembuhkan’

Oleh Liputan6 pada 28 Des 2016, 11:24 WIB
Diperbarui 28 Des 2016, 11:24 WIB

Liputan6.com, Jakarta Setelah merebaknya obat tetes rokok berkhasiat menyembuhkan berbagai penyakit, kini mencuat fenomena menarik tentang Rokok Sehat Tentram (ST) di Kabupaten Malang dan wilayah Jawa Timur lainnya.

Rokok ST menjadi menarik karena menurut beberapa pemakainya, sebut saja Mukson (28) warga Kepanjen, selain bisa sebagai rokok seperti laiknya juga bisa dikonsumsi dengan cara diseduh dan diminum layaknya jamu.

“Belum mencoba sih, tetapi dari para pemakai yang telah lama sering menyarankan seperti itu,”kata Mukson, Selasa (16/11) saat ditemui di warung kopi khusus yang menjual rokok ST.

Selain dikabarkan sebagai rokok obat yang mampu menyembuhkan beragam penyakit mulai yang ringan hingga berat, seperti sakit gigi, flu, asma, diabetes, TBC hingga sakit jantung, abu rokok ST ini bisa jadi obat oles luka, lecet-lecet atau iritasi kulit, mengobati gatal-gatal, jerawat, bahkan akibat serangan tomcat.

“Selain itu, ST dapat jadi kompres seandainya ada tubuh kita yang bengkak. Singkat kata, ST adalah obat bagi semua gangguan kesehatan,”kata Mad Anwar, warga Kromengan.

Tagline Rokok Obat yang tertera dalam kemasan tidak bercukai ini juga menarik. “Perhatian Rokok ini dapat menimbulkan kesehatan,”. Atau “Tegaskan dan lantangkanlah Indonesia Raya, Indonesia Raja bukan Indonesia Saja,”.

Rokok karya KH. Muhammad Muktar Mukti, Mursyid Tarekat Shidiqiyah ini, menurut beberapa narasumber yang tidak bersedia di tulis di jual secara terbatas.

“Ini rokok komunal, khusus untuk kalangan sendiri. Jadi tidak diperjualbelikan bebas di pasaran,”katanya saat ditemui di warung kopi khusus di wilayah Kepanjen.

Harga rokok ST juga menarik karena bisa terbilang mahal bagi ukuran harga rokok di pasaran.

“Yang bungkus merah isi 12 seharga Rp. 15 ribu, yang warna coklat Rp. 35 ribu dan yang warna hitam bungkusnya Rp. 350 ribu,”ujarnya.

Walaupun harga rokok ini cukup fantastik, banyak sekali warga yang membelinya dan bahkan menjadi pelanggan tetap.

Mengenai tidak adanya cukai, masih menurut beberapa pemakai rokok ini mereka tidak terlalu mengetahuinya.

“Tentang itu kita tidak tahu, tetapi yang kami tahu rokok ini berkhasiat untuk saya,”kata salah satu warga Jenggolo.



(Adv)

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya