Polri: Warga Sempat Curigai Keberadaan 2 Teroris di Purwakarta

Oleh Hanz Jimenez Salim pada 26 Des 2016, 14:03 WIB
Diperbarui 26 Des 2016, 14:03 WIB
20161226-teroris-purwakarta-rmh apung
Perbesar
Rumah apung yang dihuni empat teroris Purwakarta, Jawa Barat. (Liputan6.com/Abramena)

Liputan6.com, Jakarta - Masyarakat di sekitar kontrakan dua terduga teroris Rizal dan Irfan di Jalan Ubrug-Cibinong Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat ternyata sudah curiga dengan keberadaan keduanya. Rizal dan Irfan sempat mengontrak di rumah itu sebelum menghuni rumah apung.

"Kontrakannya sering dipantau masyarakat karena sering ada yang nanya siapa kontrak akhirnya mereka (2 teroris) resah," kata Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigjen Polisi Rikwanto di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (26/12/2016).

Menurut dia, karena resah, kedua pelaku akhirnya memutuskan pindah ke rumah terapung Danau Jatiluhur. Rizal dan Irfan bergabung bersama dua terduga teroris lainnya, Abu Faiz dan Abu Sofi.

"Mereka tadinya menyewa dari Pak Haji Oman tapi dikasih gratis karena mereka terlihat lusuh dan sudah sejak 20 Desember menempati rumah terapung," ucap Rikwanto.

Dia menambahkan, di Danau Jatiluhur, keempat pelaku kerap kali memantau lokasi guna menjalankan aksi terornya. Selebihnya, aktivitas mereka hanya di dalam rumah terapung.

"Dari penggeledahan di kontrakannya ditemukan banyak peralatan paku, timbangan, HP, buku, catatan tangan, modem dan memang tidak dtemukan bahan bom tapi timbangan ada indikasi bahan yang ditimbang, tapi bahan belum datang," ungkap Rikwanto soal benda yang ditemukan polisi di rumah apung yang dihuni para terduga teroris.