Djarot: Pasangan Lain Hanya Bisa Janji, Kami Memberi Bukti

Oleh Delvira HutabaratNanda Perdana Putra pada 19 Des 2016, 06:37 WIB
Diperbarui 19 Des 2016, 06:37 WIB
20161218-Djarot
Perbesar
Calon Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat.

Liputan6.com, Jakarta - Calon Wakil Gubernur petahana DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menilai pasangan calon lain di Pilkada DKI hanya mengumbar janji-janji manis, atau dia mengistilahkan "jualan kecap".

"Pasangan ini mengatakan akan menjual kecap nomor satu. Padahal kecapnya itu belum tentu nomor satu, alias cuma janji-janji doang," kata Djarot saat menghadiri pelantikan Posko Perjuangan Rakyat (Pospera) Cengkareng, Jakarta Barat, Minggu 18 Desember 2016.

Calon nomor urut dua itu menegaskan, tidak akan melontarkan janji-janji seperti paslon lain. Djarot menilai ia dan Ahok punya rekam jejak kerja nyata. Oleh karena itu, dia optimistis warga Jakarta akan lebih memilih dirinya dan Ahok. Apalagi, warga Jakarta tidak lagi memilih berdasarkan SARA.

"Tidak boleh SARA dimasukkan ke pilkada. Kita diikat kesatuan, sebagai sesama warga negara Indonesia yang punya hak dan kewajiban yang sama," ucap Djarot.

Bahkan, menurut dia, bangsa Indonesia haruslah bangga dengan keberagaman yang ada. Sebab dengan adanya sikap menerima hal tersebut, menunjukkan rasa cinta Tanah Air.

"Alhamdulillah Indonesia dilahirkan heterogen, majemuk, berbeda-beda suku, agama, dan budaya. Ada dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan lainnya. Tapi kita diikat oleh persatuan Bhineka Tunggal Ika," tutur Djarot.

Menurut Djarot, masyarakat Jakarta dapat bijaksana menyikapi perbedaan dan menjunjung tinggi sikap toleransi. Sebab, itu adalah hal yang tepat jika warga DKI dapat melihat pasangan duetnya, yakni Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dengan penilaian objektif.

"Tadi disampaikan bahwa saya seperti itu juga takdir dari Allah yang tidak bisa saya tolak. Saya lahir Jawa, logat medok, rambut lurus, kulit sawo matang, dan berkumis. Kita ditakdirkan masing-masing," ujar Djarot.

Dia pun kembali meminta warga untuk memilih pasangan yang sudah teruji kinerjanya.

"Pasangan mana yang sudah menunjukkan kinerjanya? Pasangan mana yang menunjukkan antara mulut dan kerjanya sama? Pasangan mana yang rekam jejaknya jelas? Pasangan mana yang selama kariernya tidak pernah diberhentikan atau dipecat?" Djarot menandaskan.