KJRI Kuching Selamatkan 2 TKI Indramayu Dipekerjakan Jadi PSK

Oleh Nurseffi Dwi Wahyuni pada 17 Des 2016, 06:20 WIB
Diperbarui 17 Des 2016, 06:20 WIB
Ilustrasi kekerasan perempuan
Perbesar
Ilustrasi kekerasan terhadap perempuan. (Via: eu.greekreporter com)

Liputan6.com, Jakarta - Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Kuching berkerja sama dengan Kedeputian Bidang Perlindungan BNP2TKI menyelamatkan dua tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Indramayu, Jawa Barat yang dipekerjakan jadi PSK di Sarawak, Malaysia.

Keberhasilan ini berawal dari pengaduan orangtua salah seorang korban kepada Crisis Center BNP2TKI pada 8 November 2016. Berdasarkan pengaduan tersebut Deputi Perlindungan Teguh Hendro Cahyono langsung berkoordinasi dengan KJRI Kuching yang segera turun ke lapangan.

Kedua TKI inisial NIYM dan N, mulanya dibawa sponsor ke Jakarta dan dijanjikan bekerja sebagai penata laksana rumah tangga (PLRT). Kenyataannya mereka berdua dibawa ke Kuching, Serawak, Malaysia dan dipekerjakan sebagai pemuas nafsu lelaki hidung belang sejak 14 Oktober 2016.

Dari Jakarta, keduanya dibawa ke Malaysia melalui Entikong. Mereka bisa masuk ke negara tetangga tanpa paspor. Berdasarkan pengakuan, mereka bisa masuk setelah mengelabui petugas yang berjaga di perbatasan.

"Dia mengakunya masuk ke Sarawak tanpa menggunakan paspor. Hanya memperlihatkan kartu pelajar dan bilang mau mampir belanja ke Sin Guan Tai, supermarket yang ada sekitar 500 meter di sisi kiri jalan kalau dari perbatasan Entikong menuju Kuching," ungkap Teguh melalui keterangan tertulis, Jumat 16 Desember 2016.

Saat ini, NIYM sudah berada di shelter KJRI Kuching. Pada Senin 21 November, tim KJRI Kuching menjemput NIYM yang berhasil melarikan diri dari tempatnya bekerja.

Rencananya yang bersangkutan dipulangkan ke Indonesia pada Jumat 16 Desember 2016 melalui rute Kucing – Pontianak – Jakarta.