3 Orang Jadi Korban Cuaca Ekstrem di Manado

Oleh Liputan6 pada 16 Des 2016, 08:50 WIB
Diperbarui 16 Des 2016, 08:50 WIB
BMKG: Potensi Hujan Masih Terus Meningkat

Liputan6.com, Jakarta - Sebanyak tiga orang warga menjadi korban akibatĀ cuaca ekstrem yang melanda Kota Manado dan sekitarnya di Provinsi Sulawesi Utara, Kamis 15 Desember hingga Jumat dini hari.

"Satu korban hilang di DAS Tondano masih dalam pencarian, dan dua korban lainnya tertimbun tanah longsor sedang dalam penggalian," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Manado Jeany Bangonang, di Manado, seperti dikutip dari Antara, Jumat (16/12/2016).

Bangonang menyebutkan, korban yang tertimbun longsor bernama Miltan Abdulah (24) dan Gio Abdulah (2). Keduanya warga Paal Empat Lingkungan VI, Tikala.

Sedangkan korban yang jatuh ke sungai bernama Idrus Mangantar (20), warga Kombos Timur Lingkungan V, Singkil.

Dia menegaskan, korban yang jatuh ke sungai pada Kamis sore masih dalam pencarian dan belum ditemukan. Sedangkan Miltan dan Gio Abdulah tertimbun Jumat tengah malam dan masih dalam pencarian.

Bangonang mengingatkan warga Manado agar waspada dan sebisanya berlindung ke tempat yang aman. Jangan sampai menjadi korban, baik yang tinggal di tepian daerah aliran sungai maupun di tebing-tebing dan perbukitan untuk menghindari bencana.

Tim siaga bencana BPBD Manado Lee Bawole mengatakan pencarian dan penggalian korban dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Manado bersama taruna siaga bencana, barisan taruna siaga bencana, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, polisi dan TNI AD.

"Pencarian korban itu dihentikan sementara pada Kamis malam, dan akan dilanjutkan Jumat pagi, karena kondisi sudah tidak mengizinkan, sebab hujan turun dengan deras dan air sudah naik tinggi," ujar Bawole.

Dia menyatakan, meskipun pencarian korban hanyut akan dilanjutkan Jumat pagi, tetapi penggalian untuk mencari korban tanah longsor di Tikala Lingkungan VI tetap dilakukan.