Bertemu PM Rutte, Jokowi Bahas Ekonomi hingga Terorisme

Oleh Ahmad Romadoni pada 23 Nov 2016, 17:56 WIB
Diperbarui 23 Nov 2016, 17:56 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Jokowi bertemu dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte di Istana Merdeka, Jakarta. Dalam pertemuan bilateral itu, berbagai hal dibicarakan. Mulai dari peningkatan kerja sama ekonomi hingga penanggulangan terorisme.

Jokowi menjelaskan, peningkatan kerja sama ekonomi fokus pada perdagangan investasi, pengelolaan air, dan pembangunan infrastruktur maritim. Tak bisa dipungkiri, Belanda merupakan salah satu mitra utama Indonesia dengan angka investasi tertinggi di Eropa.

"Pelabuhan Belanda merupakan salah satu pintu gerbang masuknya barang-barang Indonesia ke Eropa. Kita juga membahas mengenai persiapan negosiasi Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) dan kita tegaskan hasil negosiasi CEPA harus menguntungkan rakyat kedua pihak," jelas Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/11/2016).

Indonesia merupakan negara pertama di dunia yang miliki forest law enforcement and treath lesson. Hal ini menjadi pembicaraan dengan PM Mark Rutte karena dengan adanya lisensi ini, tentu produk kayu unggulan Indonesia bisa lebih kompetitif.

"Isu pengelolaan air dan pengembangan infrastruktur maritim juga dibahas dalam pertemuan tadi. Dua bidang ini menjadi prioritas kerja bilateral. Kita berkomitmen untuk melanjutkan kerja sama di dua bidang ini termasuk pembangunan Pelabuhan Kuala Tanjung," lanjut Jokowi.

Kerja sama penguatan dalam pemberantasan korupsi juga menjadi perhatian dalam pertemuan Jokowi dengan PM Rutte. Indonesia dan Belanda sudah bermitra dalam Jakarta Centre for Law Enforcement Cooperation (JCLEC) yang berlokasi di Semarang, Jawa Tengah.

"Kedua negara juga aktif di Global Counterterrorism Forum. Ancaman terorisme saat ini mengharuskan kedua negara untuk meningkatkan kerja sama terorisme," imbuh Jokowi.

Tantangan Melawan Terorisme

Dalam pertemuan ini juga ditandatangani kerja sama pelatihan diplomatik, penguatan pertukaran informasi terkait dengan manajemem resiko, pelatihan kejuruan yang perintisan dalam bidang pertanian, bidang perubahan iklim, pengolahan sampah, dan sirklur ekonomi. Juga di bidang kelautan dan perikanan.

"Kami juga menyambut baik penandatanganan ini. Dan rencana penandatangan 19 perjanjian busines to busines yang akan dilakukan sore hari ini," tutup Jokowi.

Sementara, PM Rutte mengatakan, Indonesia memegang peran penting dalam perdagangan di Eropa, khususnya Belanda. Belanda merupakan investor terbesar Indonesia di jajaran Eropa. Nilai perdagangannya pun mencapai 3,2 miliar Euro pada tahun 2016.

"Untuk melawan terorisme, Indonesia dan Belanda dihadapkan pada tantangan yang sama," kata Rutte.

Ada banyak hal yang bisa menyatukan Belanda dan Indonesia. Capaian-capaian melalui berbagai penandatanganan kerja sama membuat kemitraan Indonesia-Belanda semakin komprehensif.

"Kerja sama ekonomi ini akan semakin luas. Peningkatan kerja sama di bidang lain, seperti hukum, keamanan, dan pendidikan juga akan ditingkatkan," imbuh dia.

Rutte berharap hubungan baik dengan Indonesia akan membuka peluang lebih baik dalam menjalin kerja sama apa pun. Karena itu pula kedatangannya ke Indonesia membawa serta delegasi dari berbagai bidang.

"Perwakilan dari banyak lembaga bisnis kami dari sektor termasuk pengelolaan air, infrastruktur maritim, manajemen iklim, ilmu kehidupan dan kesehatan, dan pertanian. Dengan berbagi pengetahuan dan keahlian, kita mendapat manfaatnya dan solusi bersama. Tidak hanya di bidang ekonomi tapi masyarakat dan lingkungan secara keseluruhan," pungkas Rutte.

 

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya