VIDEO: Kemeriahan Hari Santri Nasional 2016 di Berbagai Daerah

Oleh Liputan6 pada 22 Okt 2016, 14:53 WIB
Diperbarui 22 Okt 2016, 14:53 WIB
Hari Santri Nasional 2016 di Monas
Perbesar
Hari Santri Nasional 2016 mengusung tema "Menciptakan Kehidupan Santri Dalam Berbangsa dan Bernegara."

Liputan6.com, Jakarta - Perayaan Hari Santri Nasional ke-2 digelar cukup meriah di berbagai daerah. Tahun ini tema yang diusung adalah "Menciptakan Kehidupan Santri Dalam Berbangsa dan Bernegara".

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Sabtu (22/10/2016), Senada dengan tema itu para santri pun bertekad belajar dengan sungguh-sungguh, sehingga kelak bisa menjadi pemimpin yang jujur dan amanah.

Ribuan santri se-Jabodetabek mengikuti upacara bendera dan pembacaan ikrar setia kepada Pancasila dan NKRI. Momentum Hari Santri Nasional ini diharapkan menjadi refleksi bagi generasi muda untuk semakin mencintai Tanah Air.

Hari Santri diperingati secara meriah sejak 2015, setelah diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Hal ini sebagai penghargaan pemerintah atas dukungan NU dalam perang melawan penjajah.

Sementara di Tasikmalaya, Jawa Barat, lebih dari seribu santri turun ke jalan memperingati Hari Santri Nasional ke-2. Dengan mengenakan baju serba putih serta sarung khas santri, dari anak-anak hingga orang tua meramaikan Karnaval Hari Santri dengan berkeliling di sejumlah ruas protokol.

Peringatan Hari Santri Nasional 2016 sekaligus memotivasi para santri untuk lebih maju, sehingga mampu menjadi generasi penerus bangsa yang bertaqwa dan amanah.

Sedangkan di Tegal, Jawa Tengah, upacara memperingati Hari Santri di MTS NU 01 Warurejo berjalan khidmat. Seluruh peserta baik siswa maupun guru mengenakan sarung, termasuk petugas pengibar sang saka merah putih.

Namun di tengah-tengah acara suasana berubah gaduh. Sebab, sejumlah siswi di tengah barisan jatuh pingsan.

Enam siswi yang pingsan langsung dievakuasi ke ruang UKS. Saat ditangani guru dibantu sejumlah siswa lain, mereka justru kesurupan. Tak urung kejadian ini menyebabkan para guru dan siswa yang menolong menjadi panik.