VIDEO: Mantan Pengikut Bongkar Kedok Dimas Kanjeng

Oleh Liputan6 pada 09 Okt 2016, 14:33 WIB
Diperbarui 09 Okt 2016, 14:33 WIB
Mantan Pengikut Dimas Kanjeng
Perbesar
Selain kasus penipuan, Dimas Kanjeng juga menjadi tersangka pembunuhan dua pengikutnya, Ismail dan Abdhul Ghani.

Liputan6.com, Jakarta - Kedok Dimas Kanjeng Taat Pribadi semakin terkuak. Satu persatu modus penipuan penggandaan uang diungkap oleh mantan pengikutnya.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Siang SCTV, Minggu (9/10/2016), salah satu mantan pengikut yang sempat terbuai mengakui jika Dimas Kanjeng hanya melakukan trik penggandaan uang.

Uang yang disebar oleh Taat Pribadi hanyalah uang yang berhasil dikumpulkan dari para pengikutnya.

"Ngeluarkan uang dari belakang itu, sebenarnya itu mindah sesuai uang yang ada di padepokan. Jadi uang itu ndak mungkin ada atau bisa ditarik kalo enggak ada stok yang ada di dalam kamarnya," kata mantan pengikut Dimas Kanjeng, Heru, bukan nama sebenarnya.

Melalui Sultannya, Taat Pribadi juga sering meminta pengikutnya mengumpulkan uang untuk mencairkan emas atau uang yang dijanjikan. Jumlah yang diminta bisa mencapai miliaran rupiah.

Dimas Kanjeng kerap mengancam bila permintaan itu tidak dipenuhi maka uang yang sudah diberikan tidak bisa digandakan. Ancaman itu membuat para pengikutnya ketakutan. Sebab sudah banyak materi yang mereka berikan kepada Dimas Kanjeng.

Selain kasus penipuan, Dimas Kanjeng juga menjadi tersangka pembunuhan dua pengikutnya, Ismail dan Abdhul Ghani. Korban dibunuh karena takut kedok penipuan yang dilakukannya terbongkar.

Sebelum kematiannya, Abdul Ghani sempat melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya