Ahok: Warga yang Tinggal di Bantaran Sungai Pasti Kami Pindahkan

Oleh Delvira Hutabarat pada 07 Okt 2016, 05:49 WIB
Diperbarui 07 Okt 2016, 05:49 WIB
20160907-Warga-Bukit-Duri-Terima-SP2-Penertiban-Jakarta-YR
Perbesar
Suasana di pemukiman bukit duri Jakarta, Rabu (7/9). Pemprov DKI Jakarta layangkan SP2 untuk warga Dukit Duri, Tebet terkait normalisasi kali Ciliwung. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menegaskan, normalisasi sungai akan terus dilanjutakn meski bayak pihak memprotes kebijakan penggusuran yang menyertai program normalisasi itu.

"Bagi saya normalisasi sungai itu enggak bisa ditunda. Pasti kami akan mindahin orang di sana (bantaran sungai), karena dia ngemplang sungai puluhan tahun," kata Ahok di Balai Kota Jakarta, Kamis (6/10/2016).

Untuk mewujudkannya, Pemprov DKI tengah mengebut pembangunan 50 ribu unit rusun untuk merelokasi warga yang bermukim di bantaran sungai.

"Selama rusunnya siap, saya enggak peduli Anda mau ngoceh apa pun. Lo mau ngoceh apa pun juga, kerja terus," kata Ahok

Dia menargetkan, tahun 2018 ketersediaan rusun dapat tercapai sehingga normalisasi Sungai Ciliwung oleh Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung-Cisadane (BBWSCC) dapat selesai.

Ahok mengakui, saat ini progres normalisasi sungai masih tertinggal dikarenakan belum tersedianya rusun untuk merelokasi warga.

"Kami yang masih jauh sekali untuk bikin normalisasi sungai. Karena masalah rusun agak terlambat. Karena kami butuh untuk Ciliwung saja 50 ribu unit rusun," ucap dia.

Tahun ini rencana pembangunan 22 ribu unit rusun tidak dapat terealisasi, salah satu penyebabnya karena sulitnya pembebasan lahan.