Kasus Dugaan Bayi Hilang di Rumah Sakit Cakung Masih Misteri

Oleh Nanda Perdana Putra pada 30 Agu 2016, 22:25 WIB
Diperbarui 30 Agu 2016, 22:25 WIB
Bayi Hilang
Perbesar
Kepolisian kini tengah memeriksa sejumlah saksi terkait kasus hilangnya satu di antara bayi kembar. (Ilustrasi: Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Kasus dugaan hilangnya satu dari bayi kembar di rumah sakit kawasan Cakung, Jakarta Timur, masih menjadi misteri.

Raudiah Elva Ningsih, ibu yang mengaku bayinya hilang usai bersalin di rumah sakit itu, sudah melaporkan kasus kehilangan bayinya ke polisi. Namun ia belum tahu kelanjutan kasusnya.

"Sampai detik ini kalau saya tanya ke pihak kepolisian jawabannya selalu sama," tutur perempuan 37 tahun itu saat dihubungi Liputan6.com di Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Raudiah mengungkapkan, polisi selalu menyatakan kasusnya masih pada tahap pemeriksaan saksi. Dia pun menyesalkan lambannya penanganan polisi terhadap penyelesaian perkara ini.

"Ya itu. Selalu sedang dalam pemeriksaan saksi ahli. Saya jadi nunggu saja terus," dia mengeluh.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sapta Maulana mengatakan penyidik memang masih mengusut kasus ini. Polisi pun masih memeriksa sejumlah saksi.

"Kita masih periksa saksi," kata Sapta saat ditemui Liputan6.com di Polres Metro Jakarta Timur, Jatinegara, Jakarta Timur.

Dia menjelaskan, saksi-saksi yang diperiksa saat ini adalah dari pihak rumah sakit. Meski demikian, ia enggan menyebut jumlah saksi yang tengah diperiksa.

"Kita periksa saksi dari rumah sakit juga. Nantilah dikabari," Sapta menandaskan.

Polres Metro Jakarta Timur sebelumnya menyatakan telah menerima laporan terkait dugaan bayi kembar yang hilang di rumah sakit kawasan Cakung, Jakarta Timur.

Raudiah, sang ibuĀ bayi kembar itu mengaku seharusnya melahirkan bayi kembar, namun hanya mendapat satu bayi, setelah persalinan dengan operasi caesar di rumah sakit.

Padahal, hasil USG yang dia terima dari dua rumah sakit dan puskesmas, menyebut bahwa dia hamil anak kembar.

Raudiah bersama keluarga pun mengadu ke kantor Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA), atas dugaan hilangnya satu dari bayi kembarnya.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya