Arus Mudik di Brebes Masih Macet Pagi Ini

Oleh Liputan6 pada 05 Jul 2016, 08:21 WIB
Diperbarui 05 Jul 2016, 08:21 WIB
20150716-Mudik-Lebaran-Jawa-Tengah4
Perbesar
Kendaraan pemudik melintasi jalan tol Pejagan-Pemalang, Banjar Anyar, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (16/7/15). Berdasarkan pantauan petugas di posko Tol Pejagan, pada H-1 terjadi peningkatan kendaraan hingga 50 persen. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta Kemacetan di beberapa jalur alternatif selepas Tol Kanci-Pejagan, Jawa Tengah, sampai Selasa pagi (5//7/2016) belum juga terurai, meski kemarin polisi sudah memprioritaskan seluruh lajur bagi kendaraan pemudik.

Ruas jalan Ketanggungan-Songgom-Prupuk di Kabupaten Brebes masih macet total, dan petugas berusaha mengurainya dengan membuka dan menutup sebagian jalur setiap setengah jam. Namun, kendaraan hanya bisa bergerak 300 sampai 500 meter setiap setengah jam.

Pengendara dari arah Purwokerto yang akan menuju Slawi dan Tegal, juga hanya bisa bergerak setiap setengah jam di persimpangan jalan. Polisi bekerja keras mengatur lalu lintas kendaraan di setiap persimpangan untuk mengurangi kemacetan.

Dikutip dari Antara, beberapa kendaraan tampak mogok karena kehabisan bahan bakar, dan satu stasiun pengisian bahan bakar umum terdekat yang ada di sekitar Larangan sudah kehabisan stok sejak kemarin.

"Tolong @dishubbrebes sudah total 14 jam kami masih terjebak di margasari," tulis seorang pemudik, @teguh_snova, di akun twitter TMC Polda Metro Jaya.

Pacet parah menyebabkan ratusan pemudik terpaksa bermalam di musala dan masjid yang ada di pinggir jalan, termasuk Masjid Miftahul Jannah atau Masjid Tikungan Kubang Wungu, sekitar lima kilometer dari pusat kota Ketanggungan, yang setiap tahun menjadi tempat rihat pemudik.

Halaman masjid yang menyatu dengan rumah penduduk sekitar mampu menampung 30 kendaraan. Di sekitar masjid juga ada belasan warung makan dan minum. Tak jauh dari masjid ada minimart 24 jam, yang bisa menjadi tempat pemudik membeli kebutuhan untuk perjalanan.

Zamroni, seorang pemilik kios di dekat masjid mengatakan, jalur itu sudah macet sejak dua hari lalu dan Selasa dini hari, ketika kendaraan hanya bisa bergerak setiap setengah jam, merupakan puncaknya.

Seorang pemudik, Warsito, sudah menempuh perjalanan selama 36 jam dari rumahnya di Tangerang sampai Masjid Kubang Wungu. "Tiga puluh jam di antaranya dilewatkan di Tol Kanci-Pejagan yang kemarin macet," ujar Warsito.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya