Lapak Takjil di Ciganjur Dibongkar Satpol PP, Warga Blokir Jalan

Oleh Nafiysul Qodar pada 15 Jun 2016, 16:07 WIB
Diperbarui 15 Jun 2016, 16:07 WIB
20151106-PKL-Tanah-Abang-Jakarta-Immanuel-Antonius
Perbesar
Petugas Satpol PP menertibkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan di kawasan Tanah Abang, Jakarta (6/11). Puluhan PKL kembali ditertibkan petugas karena dianggap berjualan di tepi jalan dan menimbulkan kesan kumuh. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta - Puluhan warga Gang Damai 74, Ciganjur, Jakarta Selatan melakukan pemblokiran di Jalan M Kahfi I yang mengarah dari Cilandak ke Depok siang tadi. Akibatnya, arus lalu lintas di sekitar lokasi pun tersendat.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes terhadap tindakan petugas Satpol PP yang dianggap semena-mena dengan membongkar lapak takjil milik warga yang berada di pinggir Jalan M Kahfi I, Ciganjur.

‎"Kejadian jam 9 pagi tadi, Satpol PP bongkar lapak takjil. Nah lapak ini kan punya warga kurang mampu, ibu-ibu enggak terima, kita blokir jalan," ujar Samsu, salah satu warga di lokasi kejadian, Rabu (15/6/2016).

Namun aksi pemblokiran tersebut tak berlangsung l‎ama setelah aparat kepolisian mendatangi lokasi dan berhasil membujuk warga. Polisi juga berjanji akan melakukan mediasi dengan pemerintah setempat agar lapak takjil bisa dipasang kembali.

"Kalau enggak dipasang lagi ya kita bakal geruduk ke kantor kelurahan, biar didengar sekalian," tukas Samsu.

Warga yang semula menutup jalan dengan benda-benda seadanya pun mulai membubarkan diri. Arus lalu lintas di sekitar lokasi pun berangsur normal.