VIDEO: Minim Pengawasan, Operasi Pasar Murah Salah Sasaran

Oleh Liputan6 pada 01 Jun 2016, 04:19 WIB
Diperbarui 01 Jun 2016, 04:19 WIB
VIDEO: Minim Pengawasan, Operasi Pasar Murah Salah Sasaran
Perbesar
Meski dibatasi pembelian hanya 2 kilogram setiap orang, ada saja warga yang memanfaatkan harga murah untuk memborong dan dijual kembali.

Liputan6.com, Banyuwangi - Perum Bulog mulai mengadakan pasar murah kebutuhan pangan di sejumlah wilayah di Jawa Timur.

Namun, pengawasan yang minim membuat operasi pasar malah dimanfaatkan para pedagang untuk memborong gula, minyak sayur dan tepung terigu dengan harga murah.

Seperti ditayangkan Liputan 6 Malam SCTV, Selasa (31/5/2016), operasi pasar murah oleh perum bulog diserbu warga Banyuwangi, Jawa Timur. Namun warga yang sebagian besar kaum ibu tak bisa tertib dan saling menyerobot antrean.

Dalam operasi pasar, gula pasir dijual seharga Rp 11.750/kg. Minyak goreng curah Rp 11.300/liter dan tepung terigu yang di pasaran seharga Rp 8.500 dijual hanya Rp 7.200/kg, sedangkan beras premium yang di pasaran mencapai Rp 10 ribu, hanya dijual Rp 8.700/kg.

Meski dibatasi pembelian hanya maksimum 2 kilogram setiap orang, ada saja warga yang memanfaatkan harga murah untuk memborong dan dijual kembali.

Hal yang tak jauh berbeda juga terjadi di Pasar Tujuh Belas Agustus, Pamekasan, Jawa Timur. Operasi pasar yang menjual gula dan minyak goreng justru dimanfaatkan pedagang di pasar untuk dijual kembali dengan harga lebih tinggi.

Akibat aksi borong yang dilakukan para pedagang pasar, warga yang memang membutuhkan justru tak mendapatkan jatah.

Meski sudah terjadi beberapa hari, belum ada upaya pengawasan yang dilakukan pemerintah dan aparat keamanan setempat untuk memberantas praktik curang yang dilakukan selama operasi pasar tersebut.