Polisi Periksa Motoris Kapal Cepat yang Kecelakaan di Raja Ampat

Oleh Katharina Janur pada 29 Mei 2016, 23:22 WIB
Diperbarui 29 Mei 2016, 23:22 WIB
raja ampat
Perbesar
(Liputan6.com/Katharina Janur)

Liputan6.com, Jakarta - Kepolisian Daerah Papua Barat telah memeriksa Rahman (32), motoris Kapal Motor Herdi Jaya yang mengalami kecelakaan. Kapal itu menabrak dinding karang di depan pintu masuk pembatas atau pelampung Dermaga Pianemo, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat.

Hingga saat ini Rahman masih dimintai keterangan di Polres Raja Ampat dan telah dilakukan pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP).

Kesubdit Gakkum Dit Polair Polda Papua Barat AKBP Hary Yudha Siregar menuturkan, dalam penyelidikan yang telah dilakukan tak ada dugaan kelebihan muatan.

"Hasil pemeriksaan motoris, diduga ada kebocoran selang hidrolik, sehingga setir kapal tidak berfungsi dan tak bisa belok," jelas Hary, Minggu (29/5/2016) malam.

Polisi mengaku masih memerlukan sejumlah keterangan saksi lainnya atas kecelakaan ini. Hanya saja hampir seluruh saksi berada di Sorong.

"Dugaan cuaca juga tak ditemukan dalam kecelakaan ini, sebab lokasi kecelakaan berada di daerah yang kecepatan anginnya tinggi dan tak berombak, sebab sudah mendekati dermaga," kata Hary.

Rombongan Komisaris Bank Mandiri

Saat mengalami kecelakaan, Kapal Motor Herdi Jaya membawa Rombongan Komisaris Bank Mandiri dalam perjalanan menuju Raja Ampat, Papua Barat pada Sabtu siang. Kecelakaan ini menyebabkan dua orang anggota rombongan mengalami patah tulang.

Pada pukul 11.45 WIT, memasuki pintu gerbang Pianemo, kapal motor yang ditumpangi rombongan Komisaris Bank Mandiri mengalami gangguan dan menabrak dinding karang di depan pintu masuk pembatas atau pelampung Pianemo.

"Saat mendekati Raja Ampat, ada kerusakan di bagian hidrolik kapal," jelas Rohan Hafas, Corporate Secretary Bank Mandiri saat dihubungi Liputan6.com, Minggu malam.

Di dalam kapal yang mengalami kecelakaan, terdapat 20 orang petinggi Bank Mandiri dan kru, antara lain Wimbow Santoso (Komisaris Utama), Goei Sauw Hong (Komisaris Independen), Budi Sulistio (Komite Pemantau Resiko), Ridwan D Ayub (Komite Pemantauan Resiko), Anas Puji Istanto (Sekretaris Komisaris), Esti Setyowati (Seketaris Dekom), dan R Erwan Djoko Hermawan (Regional CEO Papua).

"Dari semua anggota rombongan, ada 2 orang yang terluka, 1 pegawai Bank Mandiri Cabang Sorong dan 1 anggota polsek setempat mengalami patah tulang. Sedangkan yang lainnya selamat dan sudah dibolehkan keluar rumah sakit," jelas Rohan.

Menurut dia, rombongan Bank Mandiri Kantor Pusat melaksanakan kunjungan ke Papua sejak 28 Mei dan direncanakan hingga 31 Mei 2016.

"Rombongan hendak meninjau Kantor Cabang Bank Mandiri yang ada di Mariese," pungkas Rohan.