Rapikan Kali Krendang, Ahok Pilih Cari Dana Swasta Ketimbang APBD

Oleh Delvira Hutabarat pada 24 Mei 2016, 14:21 WIB
Diperbarui 24 Mei 2016, 14:21 WIB
20160319-Ahok-Nonton-Bareng-Pemain-Comic-8-Jakarta-HZ
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama alias Ahok memberikan keterangan usai menonton film Comic 8 di Djakarta Theatre, Jakarta, Jumat (18/3). Film comic 8 tersebut menembus lebih dari satu juta penonton. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok mengatakan, pihaknya sedang mencari pengembang yang bersedia membantu DKI merapikan dan menormalisasikan Kali Krendang, Tambora, Jakarta Barat.

"Semua CSR, tapi belum dapat, nyari dulu dong," ujar Ahok di Balai Kota Jakarta, Selasa (24/5/2016).

Menurut Ahok, Pemprov DKI bisa saja menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk membersihkan dan normalisasi kali Krendang yang tercemar limbah manusia itu.


Namun, lanjut Ahok, karena prosedur dalam APBD membutuhkan waktu lama, pihaknya memilih mencari pengembang yang bersedia menyumbang DKI.

"Bisa APBD, tapi kalau APBD kan lama harus ada DED (Detail Engineering Design) dulu, musti survei dulu. Wah, lama bisa dua tahun," ujar dia.

Menurut Ahok, untuk membuat bening kali Krendang membutuhkan biaya yang tidak sedikit. PT Bumi Serpong Damai Tbk--anak perusahaan Sinarmas Group--melalui tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yang semula akan membenahi kawasan Kalijodo dan normalisasi Kali Krendang, hanya akan fokus membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA). Sebab RTH ditargetkan selesai sebelum pergantian 2017.