Periksa Kesehatan, 4 WNI Eks Sandera Abu Sayyaf Tiba di RSPAD

Oleh Andreas Gerry Tuwo pada 13 Mei 2016, 11:28 WIB
Diperbarui 13 Mei 2016, 11:28 WIB
20160513-Sandera-Abu-Sayyaf-Jakarta-Faizal-Fanani
Perbesar
Empat WNI yang sempat disandera Abu Sayyaf melambaikan tangan kepada wartawan saat tiba di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat (13/5). Keempat WNI merupakan ABK dari Kapal Tunda TB Henry dan Kapal Tongkang Cristi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Keempat warga negara Indonesia (WNI) yang sempat disandera Abu Sayyaf tiba di RSPAD Gatot Soebaroto, Jakarta. Mereka tiba di rumah sakit milik Angkatan darat itu sekitar pukul 11.05 WIB.

Setibanya di RSPAD, keempatnya langsung menuju gedung medical check up. Rencananya keempat WNI akan melakukan pemeriksaan kesehatan.

Setelah pemeriksaan kesehatan itu selesai, mereka dapat langsung diserahterimakan ke keluarga.

Penyerahterimaan itu dijadwalkan dilakukan di Gedung Pancasila, Kantor Kementerian Luar Negeri sore ini, Jumat (13/5/2016).


Keempat WNI disandera kelompok Abu Sayyaf pada 16 April 2016, saat tengah berada di atas kapal Tongkang Christy yang menarik Kapal TB Henry di perairan perbatasan Malaysia-Filipina.

Pengumuman pembebasan mereka dilakukan oleh Presiden Jokowi pada Rabu 11 Mei.

"Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah akhirnya 4 WNI yang disandera kelompok bersenjata sejak 15 Maret 2016 sudah dibebaskan," ujar Jokowi di Istana Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Keempat WNI itu, yakni:
1. Moch Ariyanto Misnan, jabatan Master, alamat Jalan Garuda VI No. 19 Bekasi Timur, Jawa Barat.
2. Loren Marinus Petrus Rumawi, jabatan Chief Officer, alamat Sorong, Papua Barat.
3. Dede Irfan Hilmi, jabatan Second Officer, alamat Dusun Cisempu RT 008 RW 003 Dusun Ciparanti, Kecamatan Cimerak, Ciamis, Jawa Barat.
4. Samsir, jabatan A/B, alamat Jalan Sungai Rongkong RT 002 RW 003 Kota Palopo, Sulawesi Selatan.