Menteri Rini Dalami Info WN China Ditangkap TNI AU di Halim

Oleh Silvanus Alvin pada 27 Apr 2016, 13:31 WIB
Diperbarui 27 Apr 2016, 13:31 WIB
20160124-Persiapan Keamanan Jelang Laga Semen Padang vs Mitra Kukar-Jakarta- Helmi Fithriansyah-0
Perbesar
Personil TNI AD bersenjata lengkap berpatroli jelang Laga Final Piala Jenderal Sudirman di Stadion GBK Jakarta, Minggu (24/1/2016). 10.464 personil gabungan siap menjaga laga antara Semen Padang vs Mitra Kukar. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - TNI AU menangkap 7 orang yang bekerja dalam proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Menteri BUMN Rini Soemarno mengaku belum mengetahui hal tersebut.

"Saya belum dapat kabar. Saya akan cari tahu," kata Rini, di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (27/4/2016).

TNI AU menangkap 7 orang yang tengah mengerjakan proyek pengeboran di kawasan Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Lima di antaranya adalah warga negara asing diduga asal China.

Kepala Dinas Penerangan AU Marsekal Pertama Wieko Syofyan membenarkan penangkapan tersebut. Menurut dia, penangkapan dilakukan Rabu (27/4/2016) sekitar pukul 09.45 WIB, di kawasan Lanud Halim.

 



"Mereka ditangkap saat melakukan pengeboran di wilayah Lanud Halim, karena melaksanakan pekerjaan tanpa izin," kata Wieko kepada Liputan6.com.

Dari informasi yang didapat TNI AU orang asing tersebut bekerja di PT Geo Central Mining (PT GCM), sebuah perusahaan rekanan PT WIKA.

Disinggung proyek pengeboran yang dilakukan, Wieko belum bisa memastikannya. Namun dia menduga proyek tersebut adalah proyek pembangunan kereta cepat. "Belum tahu, tapi mengarah ke sana," ujar Wieko menjawab proyek pengeboran tersebut.