Kemendes Dorong Masuknya Investor ke Wilayah Perbatasan

Oleh Liputan6 pada 03 Apr 2016, 04:37 WIB
Diperbarui 03 Apr 2016, 04:37 WIB
Kemendes Dorong Masuknya Investor ke Wilayah Perbatasan
Perbesar
pembangunan daerah perbatasan merupakan salah satu program prioritas yang harus segera dijalankan.

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) mendorong agar arus masuknya investasi ke wilayah perbatasan lebih besar dari sebelumnya.

Hal ini, kata Direktur Jendral Pengembangan Daerah Tertentu (Dirjen PDTu) Kementerian Desa PDTT, Suprayoga Hadi, karena percepatan pembangunan daerah perbatasan merupakan salah satu program prioritas yang harus segera dijalankan.

"Kita akan mendorong agar ada insentif dan kemudahan-kemudahan bagi investor agar mau menanamkan modalnya di perbatasan," ujar Hadi, Sabtu (2/4/2016).

Kementerian Desa pun sudah membuat buku potensi-potensi perbatasan yang bisa menjadi panduan bagi investor untuk berinvestasi.

"Kita sudah meluncurkan buku potensi investasi perbatasan atau border investment submit, sebagai panduan bagi para investor kalau mau bangun perbatasan," papar Hadi.


Hadi menambahkan, pendekatan investasi perbatasan sangat penting karena selama ini perbatasan dibangun hanya dengan dua pendekatan, yakni pendekatan keamanan dan pendekatan kesejahteraan.

"Model investment aproach yang digalakkan Kemendes menjadi sebuah paradigma baru yang disambut baik oleh Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) maupun Badan Pengawasan Kawasan dan Pembangunan (BPKP)," papar Hadi.

Lebih jauh, Hadi menjabarkan, dalam lima tahun, yakni 2015-2019 pihaknya mempunyai lokus prioritas yang meliputi 187 kecamatan di 41 kab/kota se-Indonesia.

Adapun anggaran yang kini dikelola Ditjen PDTU tahun 2015 sebesar Rp 1,5 triliun, namun tahun ini berkurang menjadi Rp1 triliun.

"Konteksnya kita perhatian khusus. Ada dana tambahan sekitar Rp500 miliar khsus untuk perbatasan dan pulau terluar," tandas Hadi.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya