Isak Tangis Keluarga Warnai Persemayaman Korban Heli Jatuh

Oleh Nanda Perdana Putra pada 22 Mar 2016, 07:43 WIB
Diperbarui 22 Mar 2016, 07:43 WIB
Korban Helikopter Jatuh di Poso
Perbesar
Tangis haru keluarga Prajurit TNI yang gugur karena helikopter jatuh di Poso pun pecah di Skuadron 2, Hanggar Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Liputan6.com, Jakarta - Upacara pelepasan jenazah ke-13 perwira yang menjadi korban heli jatuh di Poso akan digelar di tempat persemayaman Skuadron 2, Hanggar Landasan Udara (Lanud) Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

Pantauan Liputan6.com, pukul 07.00 WIB, bus TNI yang membawa keluarga korban mulai berdatangan di Lanud Halim Perdana Kususma, Selasa (22/3/2016). Tampak petugas keamanan sibuk memeriksa setiap pelayat yang datang.

Tangis haru keluarga pun pecah di Skuadron 2, Hanggar Landasan Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur. Sejumlah keluarga pula yang pingsan sehingga dibopong oleh petugas yang berjaga di hanggar.


Sambil terisak, keluarga berkerumun di sekitar peti jenazah dan mulai memanjatkan doa. Seperti keluarga Brigjen TNI Anumerta Ontang Roma P yang khusyuk menyanyikan lagu berkabung sebagaimana adat Batak.

"Ini sebenarnya bisa lebih lagi (pelaksanaan berkabung), hanya saja kami diundang terbatas 50 orang jadi ya seadanya," kata salah seorang ibu dari keluarga Brigjen Ontang.

HelikopterBell 412 ED buatan Amerika Serikat hasil pengadaan tahun 2012 itu jatuh di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu 20 Maret 2016. Akibat kecelakaan tersebut, 13 orang meninggal.