Keliling Jawa Demi Rajai Pilkada 2017, SBY Ingin Demokrat Kompak

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 10 Mar 2016, 07:05 WIB
Diperbarui 10 Mar 2016, 07:05 WIB
20160120- Fraksi Partai Demokrat Tolak Revisi UU Terorisme dan BIN-Jakarta
Perbesar
Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (tengah) memberikan keterangan di Ruang Fraksi, Senayan, Jakarta, Rabu (20/1/2016). Ibas mengaku keberatan atas wacana merevisi UU tentang Pemberantasan Terorisme dan BIN. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono alias SBY mengelilingi Pulau Jawa selama 13 hari. Dalam perjalanan yang dimulai sejak 8 Maret 2016 itu, sejumlah rombongan partai akan turut serta mendampingi SBY.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bapilu) Demokrat, Edhie Baskoro Yudhoyono atau kerap disapa Ibas mengatakan, acara tersebut bertujuan mengingatkan kekompakan kader agar tak terus mengandalkan ayahnya, SBY.

"Kami ingin meningkatkan semangat, motivasi, kekompakan agar kader tidak hanya menunggu sentuhan-sentuhan dari Pak SBY. Kami juga ingin benar-benar menjadi penyambung lidah, penyambung telinga rakyat," ujar Ibas dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (10/3/2016).

Dia berharap, langkah itu juga bisa membawa kepercayaan diri para kader untuk memenangkan Partai Demokrat pada Pilkada 2017.

Ibas melanjutkan, partainya siap mendukung siapa saja tokoh calon kepala daerah yang memang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Bagi kami, siapa kandidat yang diterima di daerah tertentu, kami dukung dan dorong agar meningkatkan pembangunan serta kesejahteraan. Tak peduli dari golongan mana. Karena yang terpenting adalah rakyat. Muara dari kegiatan politik kan rakyat," tutur Ibas.

"Kami ingin rakyat cukup makan, mendapat pekerjaan, atau memiliki akses cukup kepada pekerjaan, akses terhadap informasi, akses dan kesempatan pendidikan dan lain-lain. Dan terpenting, rakyat benar-benar merdeka, bebas memilih dan menentukan sikapnya," tutur dia.

Karena itu, lanjut dia, agenda yang bertajuk SBY Tour De Java itu, mengingatkan apa yang disampaikan ayahnya, selaku ketua umum partai, bahwa Partai Demokrat selalu dekat dengan rakyat.

"Demokrat hadir, peduli dan memberikan solusi. Dengan cara ini, kita bisa lebih real mendengar suara masyarakat yang kadang tersapu atau tersembunyi oleh berbagai isu. Kalau ada yang harus disampaikan kepada pemerintah, terkait aspirasi atau keluhan mereka, kita akan sampaikan," tutup Ibas.