10 Kapal untuk Mencuri Ikan Dibom di Minahasa Utara

Oleh Yoseph Ikanubun pada 23 Feb 2016, 07:02 WIB
Diperbarui 23 Feb 2016, 07:02 WIB
Kapal Asing
Perbesar
Kapal Vietnam Pencuri Ikan Ditenggelamkan di Kepulauan Riau.

Liputan6.com, Minahasa Utara - Pangkalan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Bitung, kembali menenggelamkan kapal yang digunakan untuk illegal fishing. Total, ada 10 unit kapal yang dibom Senin 22 Februari 2016 di perairan Kema, Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Penenggelaman ini disaksikan sejumlah pihak, di antaranya Komandan Lantamal VIII Manado Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, Kepala Kantor Badan Keamanan Laut Zona Maritim Tengah Laksamana Pertama (Maritim) Anang S Hidayat, Wakil Direktur Polair Polda Sulut AKB Petrus Maringka, Wakil Direktur Reskrimsus Polda Sulut AKB Sumitro, dan Kepala Kejari Bitung Agustian Sunaryo.

Kapal-kapal tersebut ditenggelamkan dengan cara diledakkan oleh Tim Komando Pasukan Katak (Kopaska). 10 Kapal itu dibagi dalam 2 kelompok, lalu diledakkan secara bersamaan.

"Tindakan ini mengacu pada Pasal 76 huruf a Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009, tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan. Sebelum melaksanakan, proses hukum terhadap 10 kapal ini sudah inkracht," ujar Pung Nugroho Sasono selaku Kepala Pangkalan PSDKP Bitung, di Minahasa Utara, Senin.

Menurut dia, tidak semua kapal yang dibom berbendera asing. Ada 4 kapal asal Indonesia yang ikut dimusnahkan karena terbukti melakukan penangkapan ikan tanpa dokumen lengkap.

"Yang jelas sewaktu ditangkap, semua kapal itu kedapatan melanggar aturan main," kata Sasono.

Dia mengatakan pengawasan terhadap praktik ilegal fishing akan terus ditingkatkan.

Penenggelaman 10 kapal ini dilakukan serentak di sejumlah daerah lain di Indonesia. Total ada 30 kapal ilegal fishing yang dimusnahkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan. Sejumlah kota itu adalah Tahuna, Sulawesi Utara; Pontianak, Kalimantan Barat; Batam, Kepulauan Riau, serta Belawan, Sumatera Utara.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya