Ketua MPR Dukung Pemekaran Papua‎ Barat Daya

Oleh Taufiqurrohman pada 16 Feb 2016, 13:05 WIB
Diperbarui 16 Feb 2016, 13:05 WIB
20160216-Diskusi-Menuju-Upaya-Penguatan-KPK-Jakarta-JT
Perbesar
Ketua MPR Zulkifli Hasan memberikan sambutan saat menghadiri diskusi Publik di MMD Institute, Jakarta, Selasa (16/2/2016). Diskusi ini bertajuk "Menuju Upaya Penguatan KPK". (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua MPR Zulkifli Hasan menerima audiensi Panitia Pemekaran Papua Barat Daya. Mereka meminta dukungan pemekaran Papua Barat Daya menjadi provinsi baru di Pulau Papua.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Deklarator Provinsi Papua Barat Daya Andi Asmuruf mengatakan, pemekaran suatu wilayah tidak melanggar undang-undang. Selain itu, dengan adanya pemekaran wilayah, maka Otonomi Khusus (Otsus) Papua dapat berjalan sesuai dengan konstitusi.

"Sudah memasuki 15 tahun, implikasi dari regulasi sesuai dengan TAP MPR dan Undang-Undang Otsus belum berjalan," ujar Andi di ruang kerja Ketua MPR, Selasa (16/2/2016).

Zulkifli Hasan menyatakan, akan mendiskusikan masalah pemekaran di Papua dengan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo.

"Saya nanti akan berbicara dengan Mendagri aspirasi bapak-bapak. Nanti usahakan Gubernur duduk bareng dengan Mendagri. Saya kalau pemekaran Papua saya setuju," ucap Ketua MPR.

Menurut Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut, secara geografis, Papua sangat luas sehingga perlu pemekaran. "Papua kan luas sekali, sehingga untuk pelayanan pemerintah, pemerataan diperlukan pemekaran," tutur Zulkifli.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya