Uji Publik Pilgub DKI, PAN Segera Gulirkan Nama Desy Ratnasari

Oleh Devira Prastiwi pada 02 Feb 2016, 16:35 WIB
Diperbarui 02 Feb 2016, 16:35 WIB

Liputan6.com, Jakarta - Partai Amanat Nasional akan mengajukan Desy Ratnasari sebagai salah satu penantang Basuki T Purnama di Pilkada DKI Jakarta. Dalam waktu dekat, partai berlambang matahari itu akan menggulirkan nama Desy ke masyarakat untuk mengukur penerimaan publik terhadap mantan artis itu.

Tapi, tak hanya Desy, PAN juga akan uji publik beberapa nama lain. Seperti Eko Patrio, Ridwan Kamil, Ahok, Adyaksa Dauld, dan Sandiaga Uno.

"PAN lagi terus menggulirkan itu," ungkap Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan kepada Liputan6.com di Gedung DPR/MPR Senayan, Jakarta, Selasa (2/2/2016).

Pria yang karib disapa Zulhas itu mengatakan dalam waktu 3 bulan ke depan.

"Nanti 3 bulan lagi PAN akan tanya rakyat DKI Jakarta mau siapa yang jadi gubernur. Kita ikut suara rakyat," ucap Zulkifli.

Zulkifli menegaskan, sampai saat ini partainya belum memutuskan siapa yang akan mereka pilih sebagai calon Gubernur DKI Jakarta.

"Itu semua teman saya. Saya kenal baik semuanya. Adyaksa teman saya, Sandiaga teman saya, Ridwan Kamil apalagi, teman baik saya," ucap pria yang juga menjadi Ketua MPR itu.

Setelah dilakukan survei, lanjut Zulkifli, barulah PAN menentukan siapa yang akan maju Pilkada DKI Jakarta 2017.

"Politik itu harus sesuai dengan hati nurani rakyat, sesuai dengan yang berkembang di masyarakat. Jangan asik sendiri. Jangan rakyat maunya A, partai maunya kiri kanan," terang dia.

PAN, kata Zulkifli, tidak memiliki kriteria khusus untuk orang yang akan maju di Pilkada. Namun, selain berpedoman dari hasil survei, ada aspek politis dan sosial yang akan dipertimbangkan.

"Semua orang Indonesia itu berhak untuk menjadi apapun. Jangan ada suku-suku lagi. Mau dia dari suku mana pun, agama apapun berhak jadi gubernur atau jadi apapun," papar Zulkifli.

Zulkifli juga yakin, dalam Pilkada nanti tak akan ada kampanye hitam. Menurutnya, yang nekat melakukan kampanye hitam, dipastikan akan kalah.

"Orang Indonesia kan pintar-pintar. 70 tahun merdeka masa masih ngomong soal rasis, enggak boleh itu. Semua manusia itu sama," ujar Zulkifli.