Disebut Mabuk, Ini Pengakuan Dita Asisten Pribadi Masinton

Oleh Putu Merta Surya Putra pada 01 Feb 2016, 18:10 WIB
Diperbarui 01 Feb 2016, 18:10 WIB
Segmen 1: Dita Datangi LBH hingga Penjual Ginjal Menghilang
Perbesar
Dita melaporkan anggota DPR Masinton Pasaribu atas kasus pemukulan | via: Liputan6 Siang

Liputan6.com, Jakarta - Dita Aditia Ismawati melapor ke Bareskrim Polri terkait kasus dugaan pemukulan yang dilakukan atasannya yang juga anggota Komisi III Masinton Pasaribu. Masinton menyebut asisten pribadinya itu mabuk saat menjemputnya di Camden Bar, Cikini, Jakarta Pusat pada 21 Januari lalu.

Namun, pernyataan Masinton dibantah Dita.

"Pukul 22.17 WIB, pelaku (Masinton) nanya posisi di mana. Terus saya kasih tahu. Dia nanya lagi, Camdem Bar itu di mana? Sama siapa di sana?" cerita Dita saat melapor di Lembaga Bantuan Hukum Asosiasi Perempuan Indonesia untuk Keadilan (LBH-APIK), Jakarta, Senin (1/2/2016).

"Lalu saya angkat (ponsel) di toilet, gue sama teman-teman. Ditanya lagi kenapa enggak balik? Udah ya kepala gue puyeng," sambung dia.

Politisi PDI Perjuangan itu balik bertanya alasan kepala Dita pusing, namun perempuan 27 tahun itu enggan menjawabnya.

Sementara, Direktur LBH-APIK Ratna Barata Munti menegaskan, pada saat Dita menelpon Masinton memang tidak dalam keadaan mabuk.

"Sama sekali enggak mabuk. Mungkin minum (alkohol) tapi itu bukan diidentikkan mabuk," kata Ratna saat menerima laporan Dita.

Menurut Ratna ada banyak saksi yang dapat membuktikan Dita tidak mabuk. "Ada teman-temannya yang bisa menjadi saksi dan membuktikan bahwa dirinya tidak mabuk," pungkas Ratna.

Masinton sendiri ketika dikofirmasi membantah melakukan dugaan pemukulan tersebut. Dia justru menduga ada motif politis di belakang pelaporan itu.

"Aku dituduh mukul dia, ini jelas pembunuhan karakter. Karena kejadiannya itu tanggal 21 Januari 2016, sudah mau sepuluh hari, terus tiba-tiba melakukan pelaporan ke polisi. Ya aneh," ujar Masinton, Sabtu 30 Januari lalu.

Selama di mobil, Masinton mengatakan, Dita bertingkah histeris, namun karena mengetahui Dita dalam pengaruh alkohol, dirinya diam saja.

Tak berapa lama kemudian, lanjut dia, Dita bertingkah dengan menarik stir mobil ke kiri hingga oleng. Sopir refleks mengerem mendadak, lalu tangannya ditepis dan terpental kena wajah Dita.

"Namanya mabok, gua diam sajalah. Habis itu dia turun teriak-teriak. Di MTH Square, dia turun. Tadinya ditawari berobat dan Dita jawab enggak apa-apa dan enggak ada darah apa-apa," ungkap Masinton.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya