Jalin Sister City, Ahok Ingin Bawa Atlet Jakarta ke Mesir

Oleh Ahmad Romadoni pada 26 Jan 2016, 13:43 WIB
Diperbarui 26 Jan 2016, 13:43 WIB
Ahok dan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahha El Deen Bahgat Ibrahim Dassouki
Perbesar
Gubernur DKI Jakarta Ahok dan Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahha El Deen Bahgat Ibrahim DassoukiSuasana usai penggerebekan kelompok narkoba (Liputan6.com/ Ahmad Romadoni)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok menandatangani kerja sama sister city antara Jakarta dengan Kairo, Mesir. Penandatanganan diwakili Duta Besar Mesir untuk Indonesia Bahha El Deen Bahgat Ibrahim Dassouki.

Bahha mengatakan, kerja sama antara Jakarta dengan Kairo akan mencakup berbagai bidang, yakni ekonomi, pendidikan, hingga pembangunan serta upaya mengatasi berbagai masalah seperti kemacetan.

"Di Jakarta kami melihat banyak proyek untuk mengatasi ini. Proyek-proyek ini dalam beberapa tahun akan selesai. Di Mesir kami juga ada kereta bawah tanah, ada jembatan, terowongan, dan jalanan baru di Kairo. Kami percaya kami bisa mengatasi permasalahan ini. Di Kairo malam hari 14 juta penduduk siang hari 17 juta, banyak permasalahan," kata Bahha di Balai Kota, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Bahha juga mengatakan, 1 keluarga di Kairo memiliki 5-6 mobil. Karena itu Kairo memerlukan investasi untuk menangani kemacetan.

Sementara itu, Ahok mengatakan, tidak menjalankan saran mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mendatangi setiap sister city. Sebab, sudah ada 21 kota yang menjadi sister city Jakarta.

Sebagai gantinya, Ahok akan mengirim atlet Jakarta untuk berlatih di kota-kota itu. Tinggal lihat saja, kota itu berprestasi di cabang olahraga apa, maka selanjutnya cabang olahraga di Jakarta tinggal memilih atlet andalan mereka untuk belajar di kota itu.

"Saya lagi berpikir, atlet-atlet Jakarta enggak usah ikut pelatda, pelatnas, langsung dikirim saja tuh sekolah di sister city-nya. Misalnya di Rusia, jagoannya apa misalnya gulat, atau catur gitu. Kita kirim saja situ, sekolah 3 tahun. Begitu mau tanding, mau PON mau apa gitu, baru kirim pulang.

Ahok mengatakan, akan merevolusi penyiapan atlet. Nantinya, atlet tersebut akan dibiayai selama tinggal di sister city. Menurut dia, sedikitnya atlet yang mendapatkan medali emas, karena adanya sistem yang salah.

"Dengan memanfaatkan sister city, kamu enggak perlu lagi kirim orang untuk tanding ke luar negeri, orang tiap hari sudah ketemu. Kamu kirim saja di negara sister city pernah juara dunia apa, kita kirim atlet kita ke situ," kata Ahok.