Ahok Bersedia Berikan Rusun ke Eks Gafatar, tapi...

Oleh Ahmad Romadoni pada 26 Jan 2016, 11:23 WIB
Diperbarui 26 Jan 2016, 11:23 WIB
20160125-Pemulangan-Mantan-Anggota-Gafatar-Semarang-Gholib
Perbesar
Sejumlah petugas membantu membawa barang mantan anggota Gafatar di Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang , Senin (25/1). Manifest yang diangkut kapal itu terdiri dari 128 kepala keluarga (KK) atau 359 jiwa. (Liputan6.com/Gholib)

Liputan6.com, Jakarta - Eks anggota Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) masih menjalani pemulihan di panti sosial Cipayung, Jakarta Timur. Mereka akan mendapat berbagai penyuluhan agar kembali ke ajaran yang benar.

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berniat menampung para eks anggota Gafatar ini. Pria yang karib disapa Ahok ini akan menyediakan rumah susun untuk mereka.

"Kalau dia enggak ada rumah, mau dirusun cukup, ya saya bersedia kasih rusun," kata Ahok di Balai Kota, Jakarta, Selasa (26/1/2016).

Namun jika menempati rusun, para eks Gafatar akan dipisah. Sebab jika mereka ditempatkan di satu rusun bersama-sama, dikhawatirkan akan menyebarkan ajaran Gafatar kembali.


"Tapi enggak bisa satu geng gitu loh. Nanti malah bikin grup baru di rusun. Jadi mesti satu dua di dalam komplek rusun," imbuh Ahok.

Opsi menempatkan eks anggota Gafatar di rusun, menurut Ahok, adalah pilihan terakhir. Saat ini petugas tengah bekerja keras mencari anggota keluarga mereka. Mengingat data administrasi seperti KTP sudah terbakar.

"Nah kita harus cari keluarga terdekat. Keluarga itulah yang nanti akan menampung mereka. Ada juga yang pengen ngajuin transmigrasi. Nah kita harus daftar dulu. Tapi kami utamakan dorong mereka ke keluarganya dulu," pungkas Ahok.