15 Korban Teror Thamrin Masih Dirawat di Rumah Sakit

Oleh Audrey Santoso pada 17 Jan 2016, 16:50 WIB
Diperbarui 17 Jan 2016, 16:50 WIB
20160116-Polda Metro Jaya Beberkan Kondisi Terakhir Korban Serangan Teror
Perbesar
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Muhammad Iqbal (kedua kanan) bersama Kabid Dokkes PMJ Kombes Musyafak memberikan keterangan seputar kondisi terakhir korban teror (14/1/) lalu, Jakarta, Sabtu (14/1/2016). (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta - Polda Metro Jaya merilis data terbaru korban teror Jakarta di Jalan MH Thamrin, beberapa hari lalu. Disebutkan terdapat 34 korban akibat peristiwa bom dan penembakan.

Sebanyak 7 korban tewas di tempat saat kejadian. Di antaranya 4 terduga teroris yang dilumpuhkan aparat dan yang tewas karena bom bunuh diri. Sisanya warga sipil yang kebetulan melintas di lokasi kejadian.

Sabtu 16 Januari 2016 malam, seorang lagi warga sipil dinyatakan tewas, hingga total korban tewas adalah 8 orang. Ia adalah Rais Karna, satpam gerai Starbucks Coffee yang menderita luka tembak di bagian kepala.

Sementara 26 korban luka kini kondisinya membaik. Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabid Dokkes) Polda Metro Jaya Kombes Musyafak mengatakan, 11 korban luka sudah diperbolehkan pulang dan dalam proses pemulihan.


"Sementara 15 lainnya masih dirumah sakit dan sudah tidak ada yang dalam kondisi kritis. Korban luka semua sudah membaik, termasuk anggota (kepolisian)," ujar Musyafak kepada Liputan6.com di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Minggu (17/1/2016).

Sekarang hanya satu yang dirawat di ICU, yaitu Aiptu Budiono di RSPAD (Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat).

"Untuk pasien WNI (warga negara Indonesia) di RS Abdi Waluyo besok boleh pulang," jelas Musyafak.

Terkait 4 warga asing yang menjadi korban, Musyafak pun mengatakan dua pasien atas nama Johanes Antonius Maria (warga Belanda) dan Manfread (warga Austria) telah dirujuk ke salah satu rumah sakit di Singapura.

Sementara dua lainnya yaitu Frank Feunen (warga Jerman) dan Morat Armeswali (warga Aljazair) memilih untuk melanjutkan proses pengobatan hingga pulih di Indonesia.

"Yang dari Jerman dan Al-jazair tetap minta dirawat di sini (Indonesia)," kata Musyafak.