Dirawat di RSPAD, 1 Korban Teror Jakarta Diizinkan Pulang

Oleh Nafiysul Qodar pada 16 Jan 2016, 16:20 WIB
Diperbarui 16 Jan 2016, 16:20 WIB
20160114-Puan, Ahok dan Menkes Kunjungi Korban Bom Sarinah
Perbesar
Daftar nama korban tertulis di papan, RSPAD, Jakarta, Kamis (14/1/2016). Warga negara asing juga menjadi korban dalam serangan bom di Sarinah tersebut. (Liputan6.com/Yoppy Renato)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat, A Hamid mengatakan, 1 dari 9 korban teror bom dan penembakan di kawasan Jalan MH Thamrin, Jakarta sudah diizinkan pulang.

Korban tersebut atas nama Budi Rahmad (35). Warga Depok, Jawa Barat, itu mengalami luka ringan.

"Pak Budi sudah boleh pulang hari ini. Sebenarnya, kondisi sudah membaik dari kemarin. Cuma masih terkait proses izin," ujar Hamid di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Sabtu (16/1/2016).

Selain Budi, korban teror yang hanya mengalami luka ringan adalah Agus Kurnia. Keduanya tidak sampai menjalani operasi. Namun, ia tetap ditangani serius untuk memulihkan trauma pascateror Jakarta.

Lebih jauh, kata Hamid, Agus juga harus menjalani terapi audiometri atau pemeriksaan derajat ketulian. Sebab, dia masih mengalami gangguan di telinga akibat dentuman keras bom rakitan yang meledak.

"Agus Kurnia besok akan dilakukan audiometri untuk pemulihan gendang telinga," tutur Hamid.

Terkait pembiayaan, Hamid mengaku pihaknya hanya fokus pada penanganan korban. Tim medis hanya fokus bekerja secara maksimal untuk menyelamatkan para korban teror Jakarta ini.

"Untuk urusan biaya, itu bukan urusan saya. Pokoknya, kita fokus lakukan penanganan. Tugas kita adalah pelayanan pasien," ucap Hamid.

2 dari 2 halaman

Pengamanan Ketat

Hingga saat ini, pengamanan ekstra ketat masih diterapkan di RSPAD Gatot Subroto. Polisi bersenjata terus berjaga di tempat korban teror dirawat. Penjagaan ketat dilakukan karena pasien yang ditangani terkait aksi terorisme.

"Ada polisinya di sana itu, lagi melakukan penjagaan. Semua dijaga polisi. Itu di luar kewenangan kami, karena kami tidak tahu mana yang pelaku, mana yang korban. Mereka ditugasi untuk menjaga korban," ujar Hamid.

Enam ledakan dan baku tembak terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis siang, 14 Januari 2016. Sebanyak 7 orang tewas dalam insiden teror Jakarta itu. 5 korban tewas diduga pelaku teror, sementara 2 lainnya merupakan warga sipil.

Aksi teror di kawasan Sarinah itu juga melukai sejumlah warga dan aparat kepolisian. Mereka tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. 9 di antaranya masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

Berikut daftar nama korban luka Bom Thamrin yang dirawat intensif di RSPAD Gatot Subroto:

1. Chairil Islami bin Muhdar (21), warga Grogol, Jakarta Barat. Menderita sobek di bagian punggung dan jari tangan.

2. Aiptu Budiyono (43), anggota Polres Jakarta Pusat. Tertembak di bagian dada sebelah kanan dan perut.

3. Aiptu Dodi Maryadi (49), anggota Polantas Polsek Menteng, Jakarta Pusat. Tertembak di bagian perut.

4. Yohannes Antonius Maria (48), warga negara Belanda, beralamat di Jalan Nangka, Jakarta Selatan. Menderita luka tembak, multiple corpus alineum (leher, dada, ext).

5. Angun Artikasari binti Haryono (24), warga Condet, Jakarta Timur. Kaki sebelah kanan terkena ledakan.

6. Budi Rahmad (35), warga Depok, Jawa Barat. Luka-luka.

7. Slamet alias Morad Al Moneri (44), warga negara Aljazair. Luka-luka.

8. Permana bin Asep Yanto (24), warga Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Luka-luka.

9. Agus Kurnia bin Asudrajat (25), warga Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat. Luka-luka.

Lanjutkan Membaca ↓