Polisi Bersenjata Lengkap Jaga RSPAD, Ada Pelaku Teror Jakarta?

Oleh Nafiysul Qodar pada 15 Jan 2016, 21:46 WIB
Diperbarui 15 Jan 2016, 21:46 WIB
20160114-Evakuasi-Korban-Pengeboman-Sarinah-Jakarta-AY
Perbesar
Petugas menutup mayat korban ledakan bom di pos pol sarinah, Jakarta, Kamis, (14/1/2016). Beberapa ledakan dan suara senjata api terjadi di pusat ibukota Indonesia, Polisi mencurigai seorang melakukan aksi bom bunuh diri. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Jakarta Pusat tempat 9 korban teror bom dan penembakan di Jalan MH Thamrin masih dijaga ‎ketat aparat bersenjata lengkap.

Pengamanan ekstraketat itu pun menimbulkan spekulasi terkait dugaan adanya pelaku teror yang turut dirawat dari 9 korban tersebut.

‎Ulfa Sagita (24), salah satu kerabat korban teror bernama Anggun Artikasari (24) menjelaskan ketatnya penjagaan di rumah sakit tersebut. Hal itu ia sampaikan saat dirinya bersama 4 teman lainnya bermaksud menjenguk Anggun.

"Tadi di atas penjagaannya ketat. Tadi diperiksa KTP dan isi tas," ujar Anggun di RSPAD Gatot Subroto, Senen, Jakarta Pusat, Jumat (15/1/2016).

Hal serupa juga disampaikan Andi (35) rekan Anggun lainnya. Menurut dia, setiap ruang inap tempat korban teror bom Jakarta dirawat dijaga polisi bersenjata lengkap.

"Penjagaan ketat. Ada polisi di dalam 1 orang. Kalau di luar banyak. Mereka bersenjata lengkap," kata Andi.

‎Sementara itu, Kepala Instalasi Gawat Darurat (IGD) A Hamid mengatakan, penjagaan ketat dilakukan lantaran pasien yang dirawat merupakan korban aksi terorisme. "Karena di sini ada korban teror bom. Kalau bukan teror bom ya nggak akan begini," ucap Hamid.

Selain itu, pihaknya juga belum mengetahui apakah di antara 9 korban yang dirawat terdapat pelaku teror. Menurut dia, pengamanan ekstraketat diberlakukan ‎sesuai prosedur yang telah ditetapkan.

"Saat ini kami belum tahu apakah kami hanya merawat korban atau pelaku juga, jadi tidak dibuka semua informasi," kata dia.

Sejumlah ledakan dan baku tembak terjadi di kawasan Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis 14 Januari 2016 siang. Sebanyak 7 orang tewas, 5 diantaranya diduga pelaku teror, sementara 2 lainnya merupakan warga sipil.

Aksi teror di kawasan Sarinah ini juga melukai sejumlah warga dan aparat kepolisian. Mereka tengah dirawat di sejumlah rumah sakit di Jakarta. 9 Di antaranya masih menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat.

‎Berikut nama korban luka teror bom Jakarta di RSPAD Gatot Subroto:

1. Chairil Islami bin Muhdar (21), warga Grogol, Jakarta Barat. Menderita sobek di bagian punggung dan jari tangan.
2. Aiptu Budiyono (43), anggota Polres Jakarta Pusat. Tertembak di bagian dada sebelah kanan dan perut.
3. Aiptu Dodi Maryadi (49), anggota Polantas Polsek Menteng, Jakarta Pusat. Tertembak di bagian perut.
4. Yohannes Antonius Maria (48), warga negara Belanda, beralamat di Jalan Nangka, Jakarta Selatan. Menderita luka tembak, multiple corpus alineum (leher, dada, ext).
5. Angun Artikasari binti Haryono (24), warga Condet, Jakarta Timur. Kaki sebelah kanan terkena ledakan.
6. Budi Rahmad (35), warga Depok, Jawa Barat. Luka-luka
7. Slamet alias Morad Al Moneri (44), warga negara Aljazair. Luka-luka.
8. Permana bin Asep Yanto (24), warga Bojong Gede, Bogor, Jawa Barat. Luka-luka.
9. Agus Kurnia bin Asudrajat (25), warga Tanjung Sari, Sumedang, Jawa Barat. Luka-luka.