Tawuran di Cengkareng, Anggi Tewas Kena Sabetan Senjata Tajam

Oleh Audrey Santoso pada 03 Jan 2016, 18:11 WIB
Diperbarui 03 Jan 2016, 18:11 WIB
20151006-Kabut asap
Perbesar
Ilustrasi jenazah.

Liputan6.com, Jakarta - Sesosok mayat pemuda yang diketahui bernama Anggi Hermanto ditemukan tewas di Jalan Kapuk Raya, Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng Jakarta Barat, Minggu (3/1/2015) pukul 02.30 WIB. Luka tusuk serta sabetan senjata tajam ditemukan di sekujur tubuh korban.

Kepala Satuan Reserse Krimnal (Kasat Reskrim) Polres Metro Jakarta Barat, AKBP Didik Sugiarto, menjelaskan berdasarkan hasil pemeriksaan para saksi di sekitar lokasi penemuan, sempat terjadi tawuran antarkelompok pemuda pada pukul 01.30 WIB.

"Kondisi jenazah korban terdapat luka tusuk di bagian ketiak kiri, bacokan di lengan kanan dan luka pada kakinya," kata Didik ketika dihubungi Liputan6.com, Jakarta, Minggu (3/1/2016).

Didik mengatakan awalnya aparat Polsek Cengkareng menerima laporan adanya tawuran warga pada pukul 02.00 WIB. Namun saat petugas tiba di lokasi, keadaan sudah sepi.

"Kami mendapatkan juga informasi seorang terluka. Selanjutnya kami lakukan pengecekan ke RSUD Cengkareng tapi pihak rumah sakit mengatakan tidak ada. Saat mengecek di RS Bunda Tzu Chi, mereka membenarkan adanya korban yang mereka terima," terang Didik.

Pihak rumah sakit, ujar Didik, menyampaikan bahwa sekitar pukul 02.39 WIB ada seorang pengendara motor yang mengantar Anggi lalu langsung meninggalkannya di rumah sakit.

Didik menuturkan, berdasarkan keterangan sorang pemilik warung rokok, jumlah pemuda yang terlibat tawuran sekitar 40 orang. Mereka terbagi menjadi dua kelompok.

"Saksi kami melihat sekelompok pemuda sekitar 20 orang berjalan dari arah timur ke barat membawa kayu, celurit, dan besi panjang mirip pedang," kata Didik.

Tak lama setelah itu, muncul sekelompok pemuda dengan jumlah massa yang hampir sama dari arah sebaliknya, yaitu barat ke timur.

"Akhirnya kedua kelompok tersebut terlibat saling serang sehingga kelompok satunya berlarian masuk ke dalam kampung," ujar mantan Kasubdit Resmob Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya ini.