Bahaya, Wisatawan Diminta Tidak Selfie Belakangi Laut

Oleh Liputan6 pada 02 Jan 2016, 10:29 WIB
Diperbarui 02 Jan 2016, 10:29 WIB
Tragis, 6 Kisah Selfie Berujung Maut
Perbesar
Sejak diperkenalkan pada 2013 lalu hingga saat ini beragam gaya selfie pun sudah dihasilkan masyarakat hingga menjadi tren di socmed.

Liputan6.com, Jakarta - Wisatawan yang berlibur di area pantai diminta tidak membelakangi laut saat berselfie ria karena dinilai sangat berbahaya.

"Sudah cukup banyak kejadian kecelakaan laut yang korbannya tengah berfoto membelakangi laut, bahkan belum lama ini seorang pelajar SMP Darul Rahman, Bogor, atas nama Aldi (17) tergulung ombak dan ditemukan tewas saat tengah foto selfie bersama rekannya dengan membelakangi laut," kata Seketaris Badan Penyelamat Wisata Tirta (Balawista) Kabupaten Sukabumi, Yanyan Nuryanto yang dikutip dari Antara di Sukabumi, Sabtu (2/1/2016).

Menurut dia, foto selfie dengan membelakangi laut, wisatawan tidak akan mengetahui kondisi ombak datang, sehingga tidak bisa siap-siap saat ombak menggulung tubuh wisatawan. Akibatnya, si korban panik dan tidak mampu menyelamatkan diri yang akhirnya terseret arus serta hilang tenggelam di laut.

Namun imbauan itu kerap tidak diindahkan wisatawan. Bahkan peringatan itu dianggap sepele, walaupun sudah banyak kasus kecelakaan laut yang menimpa wisatawan yang tengah foto selfie membelakangi laut.

Dan memang, berfoto dengan latar belakang laut merupakan tujuan wisatawan yang datang ke objek wisata laut.

"Kami tidak melarang wisatawan untuk melakukan apa pun di objek wisata laut, asalkan mematuhi peraturan dan tidak melakukan aktivitas yang bisa mencelakai diri sendiri atau orang lain," ujar Yanyan.

Ketua Forum Koordinasi SAR Daerah (FKSD) Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri mengatakan, dari sejumlah kasus kecelakaan laut yang korbannya wisatawan, disebabkan oleh human error. Seperti nekad berenang di lokasi rawan dan tidak sedikit wisatawan tergulung ombak dan terseret arus saat berfoto-foto di laut.

"Sebenarnya kasus kecelakaan laut bisa dicegah asalkan setiap wisatawan mau mentaati peraturan saat berwisata di pantai, namun mayoritas wisatawan enggan mengindahkan imbauan dan jarang yang menaati peraturan," kata Okih.*