Selain Teroris, Polisi Juga Siaga dari Ulah Pemabuk di Ancol

Oleh Rochmanuddin pada 31 Des 2015, 16:24 WIB
Diperbarui 31 Des 2015, 16:24 WIB
20151231-Pengamanan-Malam Tahun Baru-Ancol-Jakarta
Perbesar
(Liputan6.com/Gempur M Surya)

Liputan6.com, Jakarta - Malam pergantian tahun atau Tahun Baru 2016 di Ancol, Jakarta Utara, tak lepas dari ancaman teror. Karena itu, jajaran Polda Metro Jaya akan bersiaga di laut atau pantai-pantai sekitar Ancol, sebab para pengacau datang dari mana saja.

Guna mengantisipasi ancaman-ancaman teror, polisi juga menyiagakan pasukan 1 peleton lebih di sepanjang bibir pantai. Setiap 1 kilometer pantai didirikan pos-pos polisi. Fungsi intel juga dikedepankan guna mendeteksi dini ancaman teror.

"Ancaman teror bisa lewat laut, maka sepanjang 5 km bibir pantai, kami konsentrasi jaga ketat. Setiap 1 kilometernya kita kasih Pos Sabhara," kata Kapolres Jakarta Utara, Kombes Pol Susetio Cahjadi, mengatakan di Ancol, Jakarta Utara, Kamis (31/12/2015).

"Ada 1 peleton lebih diturunkan. Dan fungsi Kasat Intel juga ya bagaimana memproteksi," sambung dia.


Susetio menjelaskan, selain memproteksi dari ancaman teror, polisi yang bersiaga di bibir pantai juga bertanggung jawab atas keselamatan para pengunjung, saat merayakan pergantian malam Tahun Baru di Ancol.

Pengamanan Pemabuk dan Berpacaran

Pengamanan juga dilakukan selesai perayaan malam Tahun Baru. Sebab, tak jarang persoalan muncul pada saat para pengunjung merasa kelelahan, atau adanya pengunjung yang mabuk karena minuman keras.

"Biasanya, setelah lewat pergantian tahun atau misal jam 2 dini hari sudah kondusif. Kadang ada pengunjung yang lolos saat memakai narkotika atau pun alkohol, tapi pengunjung itu tinggal mabuk nya," ujar dia

"Nah, karena di bibir pantai, itu bisa masuk (nyemplung) ke air kan orangnya (karena mabuk). Dan banyak juga yang pacaran biasanya. Itu masih tanggung jawab juga, agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," tutup Susetio.