Tanah Bergeser dan Longsor, Warga Cibunian Bogor Harus Pindah

Oleh Achmad Sudarno pada 24 Nov 2015, 15:21 WIB
Diperbarui 24 Nov 2015, 15:21 WIB
Tanah Bergeser dan Longsor, Warga Cibunian Bogor Harus Pindah
Perbesar
Pergeseran tanah menyebabkan longsor di Kampung Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jabar pada 22 November. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Liputan6.com, Bogor - Pergeseran tanah menyebabkan longsor di Kampung Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat pada Minggu 22 November 2015 dini hari. Kini ratusan warga terdampak harus direlokasi.

Rencananya, upaya relokasi dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor.

"Kami akan membuat telaah. Hasilnya akan disampaikan kepada Bupati Bogor," kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bogor, Ma'mur Rozak, Selasa (24/11/2015).

Menurut Ma'mur, setelah hasil kajian itu diajukan, pihaknya tinggal menunggu petunjuk dari Bupati. Jika mendapat persetujuan bupati, semua warga yang tinggal di daerah longsor tersebut akan direlokasi ke tempat baru.

"Kami siap mencari lokasi untuk tempat tinggal baru bagi warga di daerah longsor," ujar dia.

 Pergeseran tanah menyebabkan longsor di Kampung Kampung Muara, Desa Cibunian, Kecamatan Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jabar pada 22 November. (Achmad Sudarno/Liputan6.com)

Ma'mur menilai, daerah terdampak bencana longsor tersebut memang tidak layak ditempati warga. Karena letaknya berada di wilayah perbukitan dengan kemiringan 75-85 derajat.

Selain itu, tanahnya sudah mengalami keretakan sepanjang 50 meter dengan lebar retakan 20-30 cm sehingga rawan terjadinya longsor susulan.

"Permukiman warga sudah tidak bisa ditempati. Retakan tanah terus meluas dan rumah mereka juga sudah mengalami retakan akibat tanahnya bergeser. Karenanya, semua penghuni rumah diungsikan," tutur Ma'mur.

2 dari 2 halaman

Matinya Ikan Mas

Dia menambahkan, lebih dari 52 kepala keluarga atau 192 jiwa warga Kampung Muara RT 2/1 mengungsi setelah 3 rumah ambruk dan 52 rumah lainnya rusak akibat pergeseran tanah yang menyebabkan longsor.

"Korban bersedia direlokasi," ujar Ma'mur.

Menurut dia, sambil menunggu proses relokasi, sebanyak 192 jiwa korban tanah longsor saat ini tinggal di rumah tetangga dan kerabat.

Pergeseran tanah yang menyebabkan longsor juga mengakibatkan ratusan ton ikan mas milik 18 peternak di Desa Cibunian mati mendadak. Hal ini merupakan dampak dari lumpur longsoran tanah yang mengalir ke Sungai Cianten.

"Dari 31 kolam ikan, ada sebanyak 61,5 ton ikan mas yang siap panen mati," kata Aep Saepulloh, salah satu pemilik tambak ikan.

Aep dan peternak ikan lainnya mengaku pasrah atas musibah ini. Namun dirinya berharap mendapat perhatian dari pemerintah daerah supaya bisa kembali menjalankan usahanya sebagai peternak ikan emas.

"Kami belum menghitung berapa total kerugiannya. Tapi jika ditotal semua peternak, kerugian bisa mencapai Rp 700-800 juta," tutur Aep. (Ndy/Ali)

Lanjutkan Membaca ↓