27 Kecamatan di Bogor Ini Rawan Bencana

Oleh Achmad Sudarno pada 18 Nov 2015, 08:25 WIB
Diperbarui 18 Nov 2015, 08:25 WIB
Perbesar
Pekerja membersihkan sisa longsoran di bahu Jalan Tol Bogor Ring Road (BORR) di Bogor, Jabar, Senin (4/7). Longsor tersebut diakibatkan hujan deras yang melanda Bogor.(Antara)

Liputan6.com, Bogor - Bogor merupakan salah satu daerah yang rawan bencana, terlebih di musim penghujan. Bencana alam seperti puting beliung, tanah longsor dan banjir bandang mengintai warga.

Kasus yang paling menonjol adalah bencana longsor. Rekahan tanah yang kering saat kemarau mudah longsor ketika diguyur hujan.

BPBD Kabupaten Bogor mencatat ada 161 tanah longsor dan banjir 43 kejadian selama 2014. Januari hingga awal November 2015 tercatat ada 89 tanah longsor, 20 banjir, dan 4 bencana puting beliung.

Dia mengatakan, dari 40 kecamatan, terdapat 27 kecamatan rawan bencana longsor, banjir dan angin puting beliung.

"Dari 27 kecamatan dibagi menjadi 2 zona, yakni zona merah dan kuning," kata Kepala Seksi Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Bogor Budi Aksomo di Bogor, Rabu (18/11/2015).

Untuk zona merah atau beresiko tinggi longsor ada di 4 kecamatan yaitu Kecamatan Leuwiliang, Cigombong, Nanggung dan Sukamakmur.


Sementara bencana longsor dan banjir dengan kategori berisiko sedang atau zona kuning terdapat di 23 kecamatan. Antara lain Cigudeg, Rumpin, Babakan Madang, Caringin, Pamijahan, Cisarua.

"Potensi terjadinya longsor di Cigudeg dan Rumpin ada di area pertambangan," jelas Budi.

Selain itu, ada 3 wilayah yang berpotensi terjadinya pergerakan tanah. Wilayah ini merupakan lokasi padat penduduk, yakni di Kecamatan Cigudeg, Sukamakmur, dan Sukajaya.

Sementara, potensi puting beliung berada di Kecamatan Ciomas, Tamansari dan Dramaga. "Potensi bencana ada di wilayah selatan, barat, dan timur Kabupaten Bogor. Meskipun di wilayah utara dan pusat perkotaan ada bencana, namun relatif kecil," tutur Budi. (Bob/Nil)