Survei: Hubungan Jokowi-JK Dipuji, Tapi Kepuasan Menurun

Oleh Nafiysul Qodar pada 08 Okt 2015, 19:58 WIB
Diperbarui 08 Okt 2015, 19:58 WIB
Jokowi JK
Perbesar
Joko Widodo dan Jusuf Kalla (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Hubungan antara Presiden Joko Widodo atau Jokowi dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla atau JK sempat diterpa isu miring. Hubungan kedua petinggi negara itu diisukan ‎tak harmonis lagi lantaran Jokowi dan JK berselisih pendapat.

Namun, isu tersebut nampaknya tak berpengaruh pada tingkat kepercayaan publik terhadap Jokowi-JK. Hal itu terlihat dari hasil survei Indo Barometer yang dilakukan pada 14-22 September 2015 di 34 provinsi di Indonesia.

‎Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari menjelaskan, hasil survei menunjukkan hubungan antarlembaga pemerintahan yang terbaik dalam kacamata publik adalah Presiden dan Wakil Presiden. Hal itu sekaligus membantah bahwa Jokowi-JK diisukan tengah berencana berjalan sendiri-sendiri.

"Jadi skor tertinggi justru hubungan terbaik antara Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla yakni sebesar 83,7%. Jadi di mata publik enggak benar itu isu-isu hubungan tak baik Presiden dan Wapres," ujar Qodari dalam pemaparan hasil survei 'Keberhasilan dan Kegagalan Setahun Pemerintahan Jokowi-JK' di Jakarta, Kamis (8/10/2015).

Sementara hubungan lembaga pemerintahan yang terendah justru diperoleh antara Presiden dengan DPR. Hubungan kepala negara dengan wakil rakyat dalam kacamata publik ini hanya memperoleh nilai 64.9%.

"Ini survei dengan jawaban terbuka. Jadi semua jawaban tidak kami konstruksikan. Ini jawaban terbuka dari masyarakat," ucap dia.

Kepuasan Publik Menurun

Kendati begitu, tingkat kepuasan publik terhadap Jokowi-JK menurun jika dibandingkan dengan kinerja 6 bulan pertama. Saat ini, Jokowi-JK telah memerintah selama 1 tahun.

Hasil survei yang dilakukan Indo Barometer menunjukkan, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Jokowi menurun hingga 11,5%. Jika sebelumnya kepuasan publik terhadap mantan Gubernur DKI Jakarta itu sebesar 57,5%, kini turun menjadi 46%.

"Tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Joko Widodo saat ini sebesar 46%, yang tidak puas 51,1%. Jika dibandingkan dengan survei 6 bulan lalu, maka turun dari 57,5% menjadi 46%," terang Qodari.

Tak hanya itu, tingkat kepuasan publik terhadap Wapres JK juga menurun jika dibandingkan dengan hasil survei di semester awal. Saat ini JK hanya mendapatkan kepuasan publik sebesar 42,1%.

"Jika dibandingkan survei 6 bulan sebelumnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Wapres Jusuf Kalla turun sebesar 11,2%. Yakni dari 53,3% kini menjadi 42,1%," lanjut dia.

Indo Barometer secara periodik setiap 6 bulan sekali melakukan survei untuk melihat evaluasi publik terhadap kinerja pemerintah. Survei ini dilakukan pada tanggal 14-22 September 2015 di 34 provinsi dengan jumlah responden 1.200 orang dan dengan margin of error sebesar 3,0%. (Ado/Ali)