Kromo Ingin Meninggal di Tanah Suci

Oleh Wawan Isab Rubiyanto pada 04 Okt 2015, 06:56 WIB
Diperbarui 04 Okt 2015, 06:56 WIB
Wawan Isab Rubiyanto/Liputan6.com
Perbesar
Foto paspor Kromo Sarwan Dipo (Wawan Isab Rubiyanto/Liputan6.com)

Liputan6.com, Jeddah - Seorang jemaah haji Indonesia asal Bojonegoro, Jawa Timur meninggal saat akan pulang ke Tanah Air. Kromo Sarwan Dipo (62), wafat di Bandara Internasional King Abdul Aziz (KAA) Jeddah, Sabtu kemarin pukul 11.20 Waktu Arab Saudi.

Kromo meninggal dunia setelah terjatuh di kamar mandi area Plasa Bandara, yang menjadi ruang tunggu jemaah haji asal Indonesia sebelum masuk ke ruang tunggu bandara.

Pria kelahiran Bojonegoro, 12 Maret 1953 ini meninggal dunia sekitar 5 menit setelah sampai di klinik kesehatan yang didirikan petugas Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah.

Jarak antara kamar mandi tempat Kromo terjatuh dan klinik hanya sekitar 50 meter. Saat mengembuskan nafas terakhirnya, almarhum didampingi istri, Hj Marsinah binti Jasidin, dan anak serta menantunya, H Marwan bin Dipo dan Hj Suliswati binti Suwito.

Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Kromo sempat berujar kepada anaknya bahwa ingin meninggal di Tanah Suci. "Memang bapak berkali-kali bilang mau meninggal di Tanah Suci. Kami semua sudah ikhlas," ujar menantunya, Marwan, Sabtu, 3 Oktober 2015.

Keluarga sudah mengikhlaskan kepergian almarhum dan tetap pulang ke Tanah Air dengan penerbangan Kloter SOC 15 (Solo).

Petugas kesehatan yang bertugas saat Kromo meninggal dunia, dr Anang menyatakan, Kromo terkena serangan jantung yang dipicu hipertensi.

Jatuhnya Kromo di kamar mandi memicu tekanan darah almarhum naik secara drastis yang akhirnya berdampak pada penyakit jantungnya. Pertolongan pertama yang dilakukan keluarga dan petugas klinik kesehatan bandara tidak mampu menyelamatkan nyawa Kromo.

Kepala Daerah Kerja Bandara Jeddah-Madinah Nurul Badruttamam menyatakan, pengurusan jenazah almarhum akan ditangani petugas PPIH. Petugas juga akan menangani proses pemakaman jenazah yang rencananya akan di dikebumikan di pemakaman Maqbarah Alkandarah Jadid, Jeddah.

Sebelum dimakamkan, kata Nurul, almarhum akan disalati dan didoakan oleh mukimin Jeddah. “Mari kita doakan semoga almarhum diampuni segala dosanya dan diterima amal shalehnya,” ujar Nurul. (Ron/Nda)

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya