Berkah Musim Kemarau di Mata Wagub Djarot

Oleh Ahmad Romadoni pada 28 Jul 2015, 17:34 WIB
Diperbarui 28 Jul 2015, 17:34 WIB
Wagub Djarot Resmikan 15 RSU Tipe D di Jakarta
Perbesar
Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat saat memberi kata sambutan dalam acara peresmian 15 Rumah Sakit Umum (RSU) tipe D di RSU Kecamatan Pesanggrahan, Jakarta, Kamis (2/4/2015). (Liputan6.com/Helmi Afandi

Liputan6.com, Jakarta - Indonesia sudah memasuki musim kemarau. Kekeringan kini mulai melanda sejumlah daerah di Tanah Air.

Sementara di Jakarta, hujan juga tak kunjung turun. Namun buat Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat, hal ini justru membawa keuntungan. Kenapa?

Rupanya musim kemarau ini membuat proses pengerukan sungai dan penataan drainase bisa dilaksanakan secara maksimal.

"Justru saat musim kemarau, pengerukan situ, waduk, dan sungai harus sudah diperdalam sehingga daya tampungnya semakin banyak," kata Djarot usai rapat di kantor Walikota Jakarta Barat, Selasa (28/7/2015).

Pengerukan ini, kata dia, harus segera dilakukan oleh Dinas Tata Air. Alat berat juga akan diterjunkan untuk menormalisasi situ, waduk, sungai, pada 1 Agustus 2015.

Dengan begitu, sungai, waduk, dan situ dapat menambung debit air lebih banyak saat musim hujan datang nanti.

"Segera lakukan pembangunan sumur resapan di daerah genangan air atau banjir. Sehingga saat musim hujan ada pengurangan titik banjir," ujar dia.

Sementara itu, Kepala Dinas Tata Air DKI Tri Djoko Sri Margianto mengatakan, kondisi waduk, sungai, situ sangat memprihatinkan. Karena itu normalisasi harus segera dilakukan.

"Saat ini kondisi saluran, kali serta waduk di Jakarta saat ini memprihatinkan. Lihat saja, tingginya sedimen lumpur serta sampah yang mengendap di saluran, kali dan waduk di wilayah. Ini harus segera dibenahi. Pengerukan perlu secepatnya dilakukan mumpung saat ini belum datang musim hujan," tutur Tri.

Mantan Bupati Kepulauan Seribu itu mendapati beberapa masalah yang ada terkait pengelolaan air di Jakarta. Dia menilai, ada pola kerja yang salah dalam pemeliharaan kali, saluran, waduk, dan sarana-prasarana.

"Para Kepala Sudin Tata Air di wilayah diminta terus mengintensifkan pengerukan tanpa harus menunggu lumpur menumpuk. Polanya sederhana seperti membersihkan rumah saja. Awalnya memang berat, tetapi kalau sudah rutin dilakukan pasti akan terasa ringan," imbuh dia.

Saat ini, DKI memiliki 76 buah waduk dengan luas total keseluruhan mencapai 502 hektare. Paling banyak terdapat di Jakarta Utara seluas 225 hektare, Jakarta Timur seluas 163 hektare, Jakarta Selatan ada 88 hektare. Sementara di Jakarta Barat ada 15,5 hektare waduk dan Jakarta Pusat seluas 10,5 hektare.

Sedangkan jumlah pompa air di Jakarta ada sebanyak 555 unit. (Ndy/Yus)