Bamsoet Siap Jadikan Golkar Rumah Kaum Milenial

Oleh Liputan6.com pada 29 Jun 2019, 13:55 WIB
Yusron/Liputan6.com

Liputan6.com, Jakarta - Bambang Soesatyo (Bamsoet) siap menjadikan Partai Golkar sebagai "rumah" bagi kaum milenial jika mendapat amanah menjadi ketua umum pada musyawarah nasional (munas) 2019 yang segera digelar partai berlamang pohon beringin ini.

‎Pria yang kini menjabat ketua DPR RI ini menyampaikan, ini merupakan keniscayaan untuk pemenangan Golkar di 2024 mendatang, mengingat besarnya suara milenial yang akan diperebutkan.

‎"Pemilih ke depan itu hampir 40 juta lebih itu anak-anak muda, anak-anak milenial yang lahir tahun 90-an ke atas. Jadi tantangan kita ke depan itu adalah pemilih 2024 nati anak-anak yang lahir tahun 90-an yang dominan, yang sekarang disebut kaum milenial itu," ujar Bamsoet, sabtu (29/6/2019).

Menurutnya, jika Golkar tidak melakukan langkah-langkah strategis untuk meraih dukungan kaum milenial, ‎maka tidak akan diminati kaum ini dan akan tertinggal jauh oleh partai yang fokus menggarap kaum tersebut.

Bamsoet pun mengaku sudah mempunyai langkah-langkah strategis untuk menarik dukungan kaum milenial. Di antaranya, memberikan porsi leih besar yakni di kisaran 60-70% bagi kaum milenial untuk duduk di struktur partai.

"Ini perubahannya progresif, porsi 60-70% itu dalam rangka‎ mengantisipasi tantangan zaman karena pemilih ke depan itu ‎hampir 40 juta lebih itu anak-anak muda, anak-anak milenial," ujarnya.

2 of 3

Milenial Maju Caleg

Bukan hanya di struktur partai, Bamsoet juga siap memberikan porsi yang sama bagi kader dari kaum milenial untuk maju sebagai calon anggota legislatif (DPR) mulai tingkat kabupaten atau kota, provinsi hingga tingkat pusat serta maju dalam pemilihan kepala daerah.

"Ya sudah pasti juga, otomatis. Kan mereka akan memilih seumuran mereka juga. Kita akan beri porsi lebih besar untuk mengurus partai, karena merekalah yang menentukan siapa di antara mereka yang akan maju caleg-caleg atau menjadi pimpinan daerah," katanya.

Dengan demikian, Golkar akan menjadi partai atau rumah bagi anak muda atau milenial. "Kita ini yang sudah 50 ke atas hanya mengantarkan saja, tut wuri handayani. Karena 5 tahun ke depan ini adalah milik mereka. Kalau tidak begitu, kita akan terus menerus ‎jadi partai zadul (zaman dulu)," ucapnya.

3 of 3

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Lanjutkan Membaca ↓