Dituduh Picu Perzinaan, Seratusan Honai di Tolikara Dibakar

Oleh Katharina Janur pada 15 Jul 2015, 10:04 WIB
Diperbarui 15 Jul 2015, 10:04 WIB
Perbesar
Pembakaran jenazah korban bentrok massa pendukung calon bupati di Ilaga, Puncak, Papua. Akibat bentrok, 21 orang tewas. (ANTARA)

Liputan6.com, Papua - Lebih dari 100 honai, dua puskesmas dan satu kantor World Vision Indonesia, yang terletak di Kampung Panaga, Distrik Panaga, Kabupaten Tolikara, dibakar sekelompok orang sekitar pukul 05.00 WIT, Rabu (15/7/2015). Pembakaran itu dipicu oleh kasus perzinaan.

Kapolres Tolikara, AKBP Suroso, menduga aksi ini merupakan balas dendam setelah warga Kampung Panaga membakar Kampung Yelok karena kasus perzinaan, pada 9 Juli lalu.

Belum diketahui ada korban jiwa atau tidak dalam kejadian ini. Namun, dia mengatakan penghuni sedang berada di Karubaga, Ibukota Kabupaten Tolikara, saat pembakaran karena sedang berlangsung sebuah acara.

"Pemicu pembakaran adalah dendam lama. Kasus perzinaannya juga telah berlangsung lama. Pelaku perzinaan saat itu dibunuh warga dan warga masih mencari pelaku pembunuhan pelaku perzinaan yang diduga pelaku pembunuhan sedang dalam keadaan sakit," kata Suroso ketika dihubungi lewat telepon selularnya di Tolikara, Rabu (15/7/2015).

Menurut dia, sekarang, situasi relatif kondusif. Polisi masih berjaga di lokasi kejadian untuk mengantisipasi serangan susulan. Pihaknya juga mengaku belum membutuhkan pasukan tambahan pascakejadian ini.

Bupati Tolikara, Usman Wanimo, langsung menuju ke lokasi kejadian bersama dengan muspida setempat. Menurut dia, Kampung Panaga terletak sekitar 25 kilometer dari Karubaga.

"Saat ini, saya, ketua DPRD, Kapolres dan muspida lainnya sedang berusaha melakukan komunikasi kepada kedua warga untuk tak lagi saling serang dan membicarakan hal ini secara baik," ujar Wanimbo.

Honai merupakan rumah tradisional dari Papua dengan atap berbentuk kerucut dan terbuat dari jerami atau ilalang. (Bob/Mut)