I Gede Wenten Pakar Teknologi Membran yang Mendunia

Oleh Liputan6 pada 20 Mei 2015, 23:41 WIB
Diperbarui 20 Mei 2015, 23:41 WIB
I Gede Wenten Profil dan peraih penghargaan LIA 2015

Liputan6.com, Jakarta - Setelah melalui berbagai proses pemilihan, I Gede Wenten akhirnya maju sebagai pemenang Liputan 6 Awards SCTV 2015. Dia meraih juara dalam kategori inovasi.

I Gede Wenten mengalahkan 4 kandidat. Mereka adalah Agus Pakpahan, Arfian Fuadi dan Arie Kurniawan, I Gede Wenten, Tim Sapu Angin dan Zamrisyaf.

Pengumuman pemenang tersebut berlangsung di Studio 6 Emtek City, Jakarta, Rabu (20/5/2015) malam. Ada 8 Juri dalam pemilihan pemenang Liputan 6 SCTV Award. Mereka adalah Komaruddin Hidayat, Ilham Akbar Habibie, Abdee Negara, Rhenald Kasali, Erna Witoelar, Daniel Dhakidae, Harsiwi Achmad, dan Imam Sudjarwo.

I Gede Wenten adalah anak buruh nelayan di Buleleng, Bali. Dia sempat berhenti dari SMA karena masalah ekonomi. Namun kesulitan itu tida membuatnya menyerah. Bahkan keadaannya ini membentuk pribadinya yang mandiri dan pekerja keras.

Hasilnya, Wenten menjadi peneliti dan guru besar di program studi Teknik Kimia ITB. Dia menjadi salah satu pakar terkemuka di dunia teknologi membran. Keahlian dan dedikasinya dalam bidang teknologi membran mengantarkannya mendapat penghargaan dan hak paten atas inovasinya.

Salah satu penemuan Wenten adalah IGW Emergency Pump. Pompa ini dilengkapi filter untuk menyediakan air bersih dalam kondisi darurat. Untuk mengoperasikan pompa tak perlu menggunakan tenaga listrik, cukup memakai tangan.

Alat ini memiliki tingkat selektivitas tinggi hingga mampu menghilangkan kekeruhan, bakteri, alga, spora, sedimen, kuman, dan koloid. Tak hanya itu, membran Wenten ini mampu menyaring air limbah dengan mudah hingga bisa diminum.

Di Eropa, I Gede Wenten dikenal karena membran canggih karyanya mampu memilah alkohol. Di kalangan industri bir, membran Wenten membuat mutu protein bir terjaga dan limbah produksi pabrik bir tak lagi mencemari lingkungan.

Bahkan media Eropa menyebut penemuannya sebagai revolusi terbesar bagi industri bir dalam 50 tahun terakhir.

Sejauh ini ia telah membukukan 15 paten dalam bidang teknologi membran. Karyanya banyak digunakan terutama dalam pengolahan limbah dan pemurnian air.

Wenten bersama kampus ITB kini mengembangkan membran untuk berbagai keperluan. Mulai dari membran untuk teknologi bidang energi, untuk proses produksi minyak dan gas hingga untuk keperluan medis yang direncanakan bisa digunakan dalam mesin cuci darah.

Wenten melihat potensi besar dalam pengembangan teknologi membran di Indonesia. Dirinya telah membuktikan dengan kemauan dan dedikasi tinggi, berbagai tantangan dapat dilewati. (Ali/Ado)