JK: Kerja Wapres Tak Perlu Kelihatan

Oleh Silvanus Alvin pada 10 Apr 2015, 14:16 WIB
Wapres Jusuf Kalla (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kinerja Wakil Presiden Jusuf Kalla disorot. Ketua Ikatan Alumni Universitas Hasanuddin (IKA Unhas) Jabodetabek Abdul Rajak Wawo melihat JK kurang aktif dalam pemerintahan saat ini.

Menanggapi hal tersebut, pria yang karib disapa JK itu mengatakan tugas seorang wapres memang tidak perlu kelihatan atau sekadar pencitraan publik semata.

"Tiap hari kan kita bertemu di kantor. Jadi bermacam-macam sejauh menjalankan tugas, membantu presiden, menjalankan pemerintah, di situ tugas wapres. Tidak perlu kelihatan atau kelihatan, tergantung keadaan saja," kata JK di Istana Wapres, Jakarta, Jumat (10/4/2015).

Juru Bicara Wakil Presiden Husain Abdullah menambahkan, gaya kepemimpinan JK disesuaikan dengan pasangannya, yakni Presiden Jokowi. Gaya JK saat memang lebih kalem, karena menghindari matahari kembar pada pemerintahan.

"‎Bapak ini menghindari adanya matahari kembar. Kalau sekarang itu, satu matahari satu bulan, keduanya saling mengisi. Misalnya waktu beras langka, Pak JK selesaikan di dalam dan Pak Jokowi blusukan ke pasar-pasar, itu contoh saja, saling mengisi," ungkap Husain.

Ketua IKA Unhas Jabodetabek Abdul Rajak Wawo ‎merasakan JK kurang 'aktif' di pemerintahan. Ia menyampaikan hal tersebut saat pelantikan kepengurusan IKA Unhas.

"Banyak kegalauan dari para alumni. Bapak yang biasanya selalu responsif, bekerja lebih cepat lebih baik. Kami semua bertanya-tanya ada apa dengan bapak yang kami cintai ini," kata Abdul Razak Wawo.

Sebagai salah satu pendukung Jokowi-JK semasa kampanye, IKA Unhas merasa kecewa dengan gaya kepemimpinan mantan Ketua Umum Golkar saat ini. ‎Ia tampak lebih menahan diri dalam memerintah, berbeda saat JK berpasangan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Kami lihat Pak Wapres selalu berdiam diri. Biasanya bergerak lebih cepat, lebih baik. Rasanya tidak seperti bapak," pungkas Abdul. (Ali/Yus)