Sultan HB X: Gubernur DI Yogyakarta Tidak Harus Pria

Oleh Yanuar H pada 01 Apr 2015, 15:08 WIB
Diperbarui 01 Apr 2015, 15:08 WIB
sultan
Perbesar
Sri Sultan HB X (Fathi Mahmud/Liputan6.com)

Liputan6.com, Yogyakarta - Gubernur DI Yogyakarta Sultan Hamengkuwono X menjawab kontroversi peraturan daerah keistimewaan (perdais) tentang Tata Cara Pengisian Jabatan, Kedudukan, Tugas, dan Wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur DIY yang baru disahkan. Di Perdais itu, ada pasal yang memunculkan tafsir hanya pria yang bisa menjadi Gubernur DI Yogyakarta.

Pasal 3 ayat 1 huruf m Perdais tersebut berbunyi: "Calon Gubernur dan calon Wakil Gubernur adalah WNI yang harus memenuhi syarat: (m) menyerahkan daftar riwayat hidup yang memuat antara lain; riwayat pendidikan, pekerjaan, saudara kandung, istri, dan anak."

Menurut HB X, pasal yang diperdebatkan itu tidak mengharuskan gubernur dijabat oleh laki laki. Sebab, kata HB X, pasat itu memuat frasa "antara lain."

Pasal ini sempat akan diubah karena kata "istri" di dalamnya mengisyaratkan Gubernur DIY harus laki-laki.

"Kalau antara lain kan belum semua. Nanti kan di situ mungkin bisa ditambahkan tidak dalam proses hukum dari pengadilan, mungkin ditambahkan keterangan kelakuan baik dari polisi. Itu kan hanya administrasi tambahan," ujarnya di Kepatihan, Rabu (1/4/2015).

HB X menegaskan persoalan Perdais tidak hanya sebatas pengganti dirinya. "Ora ngerti (tidak tahu) yang mempersalahkan suksesi siapa? Saya kan tidak pernah mempersoalkan suksesi," ujarnya.

Ia mengatakan jika jabatan Gubernur penggantinya belum dikatakannya. Pasalnya saat ini memang belum waktunya suksesi dirinya. "Belum. Persoalannya kan bukan hanya laki laki atau perempuan. Sabda tomo kan sudah jelas. Belum waktunya suksesi," ujarnya.

Rancangan Perdais tentang Pengisian Jabatan dan Wewenang Gubernur dan Wakil Gubernur DI Yogyakarta akhirnya disahkan oleh DPRD DI Yogyakarta pada Selasa 31 Maret 2015.

Meski sempat diwarnai perdebatan, seluruh fraksi di DPRD DI Yogyakarta akhirnya menyetujui bunyi pasal tersebut. Pasal tersebut dianggap tidak bertentangan dengan UU Keistimewaan DI Yogyakarta.

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Live Streaming

Powered by

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya