8 Rumah Hangus Terbakar di Senen, Diduga Dibakar Warga Stres

Oleh Oscar Ferri pada 24 Feb 2015, 16:14 WIB
Diperbarui 24 Feb 2015, 16:14 WIB
Si Jago Merah Hanguskan Ratusan Rumah di Matraman
Perbesar
Warga berusaha memadamkan api pada kebakaran di Kompleks Bearland, Kelurahan Kebon Manggis, Matraman, Jakarta, (14/10/14). (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Sedikitnya 8 rumah hangus terbakar di RT 2 RW 3, Jalan Paseban Barat, Senen, Jakarta Pusat pagi tadi. Kebakaran rumah tersebut terjadi sekitar pukul 07.50 WIB.

Saksi mata, Fera Sulastri (26)‎ mengatakan kejadian tersebut membuat panik warga yang tengah beraktifitas pada pagi hari.  "Bikin panik yang lain," ujar Fera di lokasi kejadian, Selasa (24/2/2015).

Api pertama kali muncul dari lantai 2 rumah seorang warga bernama Rahmat. Dengan cepat api merembet ke rumah di sekitarnya.

"Api dari atas, tahu-tahu sudah besar dan nyamber ke rumah yang lain," kata warga RT 4 ini.

Sementara Ketua RT 3 Sugiati mengaku tidak mengetahui kronologi persis kebakaran tersebut. Dia hanya sempat mendengar‎ teriakan warga saat kebakaran berlangsung.

"Teriak api-api. Ceritanya gimana ibu tidak tahu," ujar perempuan 72 tahun itu.

‎Diduga kebakaran ini akibat ulah Rahmat. Sugeng (50),‎ warga RT 2 mengatakan, tepat sepekan lalu Rahmat sempat mengaku akan membakar rumahnya.

Pernyataan itu, lanjut Sugeng, dilontarkan Rahmat lantaran kerap dicurigai sebagai pencuri oleh keluarga pamannya. Keluarga Rahmat dan keluarga pamannya memang tinggal satu atap di rumah‎ tersebut.

"Seminggu lalu Rahmat ngomong setiap kali turun dari atas selalu dicurigai. Setiap turun mau mandi apa mau makan, keluarga pamannya bilang 'awas barang hilang'. Kesal, dia bilang sama saya, 'lama‎-lama nih rumah gue bakar'," beber Ugeng menirukan ucapan Rahmat.

Namun Sugeng mengaku tidak mengetahui pasti apakah kebakaran tersebut memang karena ulah Rahmat. Yang pasti, saat kejadian Rahmat tidak mau turun dari lantai 2 rumahnya, meski api sudah membesar.

"Saya dengar, Rahmat dari subuh sudah mulai bakar-bakar di kasur. Nggak tahu apa yang dibakar. Yang pasti api baru terlihat jam-jam 8 kurang. Pas itu dia nggak mau turun. Sama anak-anak dipaksa turun, akhirnya lompat ke bawah," ujar Sugeng.

Diduga Stres

Dari informasi yang dihimpun, Rahmat diduga tidak tahan terhadap sikap dan perlakuan keluarga pamannya. Bahkan, beberapa waktu lalu dia juga pernah dirawat di rumah sakit selama sebulan karena mengalami‎ stres.

‎Sementara belasan mobil pemadam kebakaran berhasil memadamkan api sekitar sejam setelah api berkobar. Saat ini 8 rumah yang hangus sudah dipasang garis polisi.

Sebanyak 2 warga mengalami luka-luka akibat kejadian. Mereka adalah Rahmat yang mengalami luka bakar di bagian belakang lengannya, dan Ketua RT 2 Iwan Sutiawan yang mengalami luka di punggung, akibat terjatuh saat berusaha memadamkan api.‎ Kini keduanya sudah mendapat perawatan medis di rumah sakit.

Sedangkan warga yang‎ menjadi korban kebakaran ini mengaku belum tahu akan pindah atau membangun kembali rumah mereka yang hangus terbakar. Apalagi, mereka juga tidak sempat menyelamatkan barang-barang mereka saat kejadian.

"Belum tahu mau ke mana atau mau dibangun lagi. Duitnya belum ada. ‎Barang-barang habis semua, tinggal pakaian yang dipakai saja ini yang selamat," kata Dodi (30) warga RT 2 yang rumahnya tepat berada di sebelah kiri rumah Rahmat ini. (Rmn/Yus)