Koalisi Merah Putih Dinilai Ambil Untung dari Kebimbangan Jokowi

Oleh Audrey Santoso pada 01 Feb 2015, 21:09 WIB
Diperbarui 01 Feb 2015, 21:09 WIB
Jokowi dan Prabowo Tampak Akur di Istana Bogor
Perbesar
Presiden Joko Widodo berikan salam pada Prabowo Subianto usai mengadakan pertemuan, di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (29/1/2015). Kedatangan Prabowo untuk bersilaturahmi dengan Jokowi. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto yang sebelumnya diusung Koalisi Merah Putih (KMP) dalam Pilpres 2014, dinilai mendapatkan keuntungan dari kebimbangan Presiden Joko Widodo atau Jokowi terkait pelantikan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai Kapolri. Hal ini diungkapkan pengamat politik Alfan Alfian.

"Koalisi Merah Putih juga ternyata memainkan peristiwa politik ini," tandas Alfan di Jakarta, Minggu (1/2/2015).

Menurut dia, dengan sikap seakan memeluk Jokowi, KMP sesungguhnya sedang bergerilya mendongkrak kredibilitas politiknya di mata rakyat. Selain itu, situasi politik yang dinamis ini pun merupakan kesempatan emas KMP untuk menunjukkan mereka pro-rakyat.

"(peristiwa politik) Ini sebagai kredit poin politik untuk meningkatkan daya tawar pengaruhnya kepada masyarakat," jelas Alfan.

Pada Kamis 29 Januari lalu, Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menemui Presiden Jokowi di Istana Bogor. Hanya beberapa jam setelah Prabowo bertemu dengan Jokowi, sejumlah politisi parpol yang tergabung dalam KMP langsung menggelar rapat di Kantor Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Bali Aburizal Bakrie di Gedung Epicentrum, Kuningan, Jakarta, pada sore harinya.

Prabowo yang hadir dalam rapat tersebut membenarkan akan menyampaikan ke pimpinan parpol KMP mengenai hasil pertemuannya dengan Jokowi. "Tentu saya akan ceritakan intisari pertemuan dengan Presiden," ujar Prabowo Subianto pada Kamis malam. (Ado)